Ramadan 1439 H

Saat Buka Puasa Usahakan Tak Makan Masakan Terlalu Panas atau Dingin, ini Risikonya 

Ahli gizi Adi Husada Cancer Center Estiningtyas N, SKM., MARS, menyarankan saat buka puasa tak mengonsumsi makanan terlalu panas dan terlalu dingin.

Saat Buka Puasa Usahakan Tak Makan Masakan Terlalu Panas atau Dingin, ini Risikonya 
surya/pipit
Ahli gizi Adi Husada Cancer Center Estiningtyas N, SKM., MARS. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ahli gizi Adi Husada Cancer Center Estiningtyas N, SKM., MARS, menyarankan agar saat berbuka puasa tidak mengonsumsi makanan terlalu panas dan tidak terlalu dingin.

Ini berkaitan dengan fakta pencernaan orang puasa, seluruh mukosa saluran cerna mengalami kekurangan air, dan menjadi rentan.

Makanan dengan suhu yang berbeda terlalu jauh dengan suhu tubuh, atau mempunyai rasa sangat kuat seperti pedas, berbumbu pekat akan memicu rusaknya mukosa yang rentan itu.

"Saat puasa sebaiknya lebih menyayangi saluran cerna dengan tidak memberikan kondisi ekstrim ke saluran cerna," terangnya, Sabtu (19/5/2018).

Untuk itu tips mengatur konsumsi makanan saat puasa sebaiknya berbuka dengan minum dan makan dengan suhu dan rasa manis netral.

"Pilih porsi kecil dulu. Beri jeda dengan shalat maghrib, setelah sholat maghrib baru makan berat. Saat sahur, akhiri dengan minum air hangat untuk menghilangkan seluruh rasa dan menjaga saluran cerna kita tetap tenang," jelasnya.

Air hangat, lanjut Esti, menetralkan rasa dan membuat saluran cerna tenang (kalau suhu makanan atau minuman beda jauh, mulosa akan kaget).

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved