Bom Surabaya

Polisi dan TNI Komitmen Jaga Peribadatan Untuk Tumbuhkan Rasa Aman Warga

Polisi dan TNI berjanji akan memberikan pengamanan di gereja-gereja setelah serangan bom bunuh diri pekan lalu.

Polisi dan TNI Komitmen Jaga Peribadatan Untuk Tumbuhkan Rasa Aman Warga
surabaya.tribunnews.com/danendra kusumawardana
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan dan Danrem Surabaya, Kolonel Kav M. Zulkifli, berfoto bersama jemaat GKI Diponegoro, Surabaya, Minggu (20/5). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Petugas gabungan dari Polrestabes Surabaya dan TNI mengamankan ibadah di salah satu lokasi serangan bom bunuh diri Gereja Kristen Indonesia (GKI), Jalan Diponegoro, Surabaya, Minggu (20/5).

Tujuan dari pengamanan ini adalah untuk memberikan rasa nyaman bagi jemaat dan warga Surabaya.

"Rasa nyaman ini perlu ditumbuhkan kepada masyarakat, supaya mereka itu percaya bahwa situasi telah kembali normal," terang Kombes Pol Rudi Setiawan, Kapolrestabes Surabaya.

Rudi melanjutkan, pihaknya dan TNI sampai kapanpun akan mengamankan rumah-rumah ibadah khususnya gereja.

"Mereka dapat menjalankan ibadahnya seperti biasa dengan rasa aman dan nyaman," katanya.

Rudi menyebutkan, pihak kepolisian telah menerjunkan 1.200 personel untuk berjaga di 300 gereja termasuk gereja yang menjadi tempat peledakan bom bunuh diri.

"Kami ingin menumbuhkan rasa percaya kepada jemaat bahwa kondisi sudah normal dan mereka bisa melaksanakan ibadah seperti biasanya," tegas Rudi.

Ia menambahkan, jumlah personel di satu tempat gereja bervariasi tergantung banyaknya jemaat dan potensi gangguan.

"Selain itu juga ada Bonek, Banser, PSHT, satpol PP, dan linmas yang membantu pengamanan. Hal ini menunjukkan bahwa arek-arek Suroboyo semuanya berpegangan tangan kita mengamankan kegiatan gereja," ungkap Rudi.

Hal senada dikatakan oleh Kolonel Kav M. Zulkifli, Danrem Surabaya. Dia mengatakan terus turut serta membantu pengamanan kota Surabaya agar tragedi yang sama tidak terulang kembali.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help