Berita Bojonegoro

Polres Bojonegoro Belum Ketahui Motif Ibu yang Tega Buang Anaknya di Septik Tank

Kepolisian belum bisa memastikan apa motif ibu muda tersebut tega membuang bayi yang tidak berdosa itu

Polres Bojonegoro Belum Ketahui Motif Ibu yang Tega Buang Anaknya di Septik Tank
SURYAOnline/M. Sudarsono
Bayi yang dibuang ibunya diangkat dari septik tank 

SURYA.co.id | BOJONEGORO - Polres Bojonegoro saat ini masih mendalami dugaan motif Sri Ayu Ningtyas (19), warga Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, yang tega membuang bayi perempuannya, Jumat kemarin, sekira pukul 06.30 WIB.

Dari informasi yang didapat dari sejumlah saksi, termasuk ibunya yang bernama Sri Lestari, jika ayu tega membuang bayi karena merupakan hasil hubungan gelap.

"Pemeriksaan saksi menguatkan jika bayi itu hasil hubungan gelap," kata Kapolres Bojonegoro AKBP, Ary Fadli kepada wartawan, Sabtu (19/5/2018).

Namun demikian, kepolisian belum bisa memastikan apa motif ibu muda tersebut tega membuang bayi yang tidak berdosa itu.

Apakah karena malu atau bagaimana belum diketahui pasti. Sebab, sampai saat ini ayu belum bisa dimintai keterangan lebih, karena kondisinya lemah dan masih dirawat di rumah sakit di Ngawi.

"Motifnya kita belum dapat, kita masih tunggu untuk memeriksa Ayu," ujar perwira berpangkat dua melati di pundak itu.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Daky Dzul Qornain menyatakan, hasil pemeriksaan medis bayi perempuan itu dibunuh secara keji dengan dimasukkan ke dalam kubangan jamban.

"Hasil otopsi menunjukkan, waktu dilahirkan kondisi bayi dalam keadaan hidup," terang perwira berpangkat tiga balok di pundak itu.

Daky menambahkan, jika bayi dipastikan sempat menghirup udara. Karena hasil tes apung, paru bayi tersebut lahir dalam keadaan hidup. Bayi meninggal, diduga karena gagal bernapas saat dibuang di septik tank.

"Penyidik belum meminta keterangan pelaku, karena masih menjalani opname di RSUD Kabupaten Ngawi usai pendarahan. Sementara jazad bayi yang tidak berdosa dibawa ke RSUD Sosodoro Djatikoesumo, Kota Bojonegoro untuk diotopsi," pungkasnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved