Berita Surabaya

TNI AL Punya Dua Kapal Selam Baru, Ardadedali Nama Kapal Selam TNI AL Tahun 90-an

Kapal selam KRI Ardadedali 404, adalah kapal selam kedua pesanan Indonesia kepada Korea Selatan (korsel), setelah sebelumnya KRI Nagapasa 403.

TNI AL Punya Dua Kapal Selam Baru, Ardadedali Nama Kapal Selam TNI AL Tahun 90-an
surya/Ahmad Zaimul Haq
Kapal selam Ardadedali 404 disambut hangat di Koarmatim Ujung Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - TNI Angkatan Laut (AL) Indonesia menambah satu lagi koleksi kapal selam, kerjasama Angkatan Laut bersama Menteri Pertahanan dengan Korea Selatan.

Kapal selam KRI Ardadedali 404, adalah kapal selam kedua pesanan Indonesia kepada Korea Selatan (korsel), setelah sebelumnya KRI Nagapasa 403 yang datang, Senin (28/8/2017) lalu.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S. E., M.A.P menjelaskan kehadiran kapal ke dua ini, untuk memperkuat pertahanan laut Indonesia.

"Bact satu dan dua sudah selesai, kita menunggu kapal selam ke tiga saat ini sedang proses duet produsen PT PAL dengan Korea Selatan di PT PAL. Kapal selam baru memang dibutuhkan untuk pengamanan laut, karena kapal selam yang kita punya U 209 buatan tahun 1980an. Jadi sudah udzur karena usianya mencapai 37 tahun," kata Kasal Ade Supandi, saat menyambut KRI Ardadedali 404 sandar di Dermaga Kapal Selam Koarmada II, Ujung, Surabaya, Kamis (17/5).

Ade berharap kedatangan dua kapal, tipe baru buatan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Korea selatan ini mampu memperkuat peperangan bawah air.

"Karena kebutuhan kapal untuk memenuhi peperangan bawah air. Kapal selam sampai saat ini menjadi senjata strategis dan menjadi penangkalan yang tinggi," tambahnya.

Kasal Ade melanjutkan Angkatan Laut Indonesia sebenarnya butuh 12 kapal selam. Jumlah ini berhubungan dengan jumlah kapal selam yang dimiliki Indonesia pada tahun 1960 silam.

Salah satu kapal yang baru datang ini pun, Ardadedali 404, merupakan nama salah satu kapal selam  dimiliki Indonesia tahun 90-an itu.

Kerjasama kapal selam Indonesia dan Korea Selatan masib berlanjut pada pembuatan kapal selam ke tiga.

Kasal Ade menerangkan proses kapal selam ke tiga ini bertahap. Artinya modul kapal selam dibuat di Korea Selatan, kemudian digabung di Indonesia.

"Memang prosesnya tidak tiba-tiba di bawa ke sini. Karena terkait tools, ada beberapa alat yang kita gunakan khusus untuk membuat kapal ini," katanya.

Kontrak kerjasama Indonesia dan Korea Selatan berlangsung untuk pembuatan 3 kapal selam. Harapannya melaui proses ini PT PAL mampu memproduksi kapal sendiri, khususnya untuk kebutuhan angkatan laut.

"Membuat kapal selam tidaklah mudah, karena dari sisi level kesulitan kapal selam ini diatas kapal kombatan (apung), terutama dari sisi platform. Kalau kapal di atas air jelas hanya ngapung. Tapi kalau kapal selam, khususnya tipe disel seperti ini dia harus mampu sampai 300 meter di dalam laut," jelasnya.

Membuat kapal seperti ini menurut Kasal Ade tidak mudah. Untuk itu kerjasama dengan Korsel merupakan awal yang bagus untuk PT PAL mempelajari teknologi yang digunakan.

Rencananya kapal selam ketiga akan usai sekitar bulan pertengahan sekitar bulan Juli - Agustus 2019, tahun depan. 

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help