Citizen Reporter

Menulis Itu Mirip Memasak

Pastikan bumbunya tepat dan racikan tulisan menjadi nikmat. Ide yang baik akan sia-sia jika dimasak sekadarnya.

Menulis Itu Mirip Memasak
ist

Beruntung sekali menjadi bagian dari 31 peserta yang boleh menimba ilmu dari lima tokoh yang piawai di bidangnya. Lala Bohang, salah satu dari lima tokoh itu, membagi tips penulisan dalam kelas Writing (Poetry).

“Menulis itu sama seperti memasak. Ketika menulis kita mengolah ide dan berusaha menemukan rasa terbaik untuk mewujudkannya,” kata Lala Bohang, penulis The Book of Invisible Questions saat mengisi kelas menulis selama satu setengah jam.

Lala berpendapat, ide mirip dengan sesuatu yang terbang karena ide tak selamanya melekat dalam pikiran. Oleh karena itu, menulis ide tentunya diperlukan bagi penulis.

“Kadang-kadang kita memiliki sebuah ide. Namun ketika tidak segera diwujudkan, ternyata kemudian ada orang yang memiliki ide sama dengan kita,” tuturnya.

Menurut Lala, pada dasarnya ide bisa muncul karena percaya orang yang dihinggapinya dapat mewujudkan ide itu. Jadi, sejatinya ide tidak datang begitu saja, tetapi orang yang dituju adalah perantara eksistensinya.

Seperti memasak, menulis juga memerlukan bahan di antaranya membaca banyak hal, ritme dan musikalitas, kepekaan bahasa, kejujuran dan orisinalitas, serta percaya diri dengan gaya menulis masing-masing. Setiap penulis tentu memiliki masing-masing gaya pada tulisannya karena tulisan merupakan cermin dari penulisnya.

Bumbu untuk memperkaya cita rasa tulisan khususnya puisi di antaranya pemberian unsur majas seperti perbandingan, metafora, personifikasi atau human trait, pengulangan, aliterasi, dan onomatopoeia. Dalam menulis yang paling penting penulis harus jujur pada dirinya sendiri dan tetap percaya diri. Hadirnya kritikan merupakan hal yang lumrah karena tidak semua orang memiliki selera sama.

Selain Lala, ada Romo Jack yang merupakan Visual Artist untuk kelas Fotografi (Visual Styling), Fenty Anggreta untuk kelas Art (Collage and Illustration), Fathia Izzati untuk kelas Vlogging, dan Beauty Enthusiast Agnes Oryza untuk kelas kecantikan. Ke-31 peserta Cerita Kita Day yang diadakan Clean & Clear, Minggu (29/4/2018), berlangsung di lantai 17 Harris Hotel Surabaya. Setiap peserta boleh mengikuti tiga kelas untuk mengembangkan passion mereka.

Umi Nahdhiah
Unit Aktivitas Mahasiswa Peneliti dan Penulis Produktif
Universitas Negeri Malang

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help