Citizen Reporter

Mengenali Penerbit yang Baik

Menerbitkan buku itu perlu bagi guru. Buku ajar memudahkan guru dan siswa. Yang perlu diperhatikan, pilih penerbit yang tidak curang.

Mengenali Penerbit yang Baik
pixabay.com

Semarak Hari Pendidikan Nasional Jawa Timur tahun ini dipusatkan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Otomotif dan Elektronika (PPPPTK-BOE) Malang. Kegiatan yang dilakukan selama sepekan, 21-27 April 2018, diisi dengan berbagai kegiatan.

Salah satu yang menjadi menu utama dalam rangkaian kegiatan itu adalah workshop bagi guru tentang Menulis Buku Ajar sampai Proses Penerbitan. Dalam kegiatan workshop itu yang menjadi narasumber adalah Joko Irawan Mumpuni, Direktur Penerbit Andi Offset Yogyakarta.

Ada beragam pengetahuan yang disampaikan dalam forum itu, di antaranya tentang kepenulisan, kuadran naskah buku, kuadran kategori penulis, mengenal ekosistem penerbitan, sampai cara mengenal penerbit yang baik.

“Tentu proses mengembangkan literasi di negara kita membutuhkan usaha ekstra karena budaya masyarakat kita masih didominasi budaya lisan. Akhir 2016 telah dilakukan survey di 60 negara di Asia tentang indek literasi dan Indonesia menempati peringkat ke-3 dari bawah. Didapatkan data, dari 2.000 orang yang membaca satu buku secara tuntas dalam satu tahun hanya 1 orang,” kata Joko, mengawali penyampaian materi kepada peserta.

Selama ini, para penulis terutama dari guru banyak yang belum memahami seluk-beluk proses penerbitan buku dan hak-hak yang diperoleh sebagai penulis. Itu memunculkan anggapan yang salah tentang dunia penulisan dan penerbitan buku.

Pada sesi materi writing- preneurship, para peserta semakin antusias karena mengupas cara menulis buku yang diterima penerbit dan mengenal penerbit yang baik. Ciri-ciri penerbit yang baik yang harus diketahui penulis buku adalah memiliki visi dan misi yang jelas, memiliki business core line, pengalaman penerbit, dan memiliki jaringan pemasaran.

Selain itu, penerbit yang baik juga memiliki percetakan sendiri, keberanian mencetak jumlah eksemplar, serta kejujuran dalam pembayaran royalti. Pengetahuan tentang penerbit yang baik itu penting bagi penulis buku karena jika dalam hal jumlah buku yang terjual dan royalti yang diperoleh penulis, penerbit “memaksa” kepada penulis untuk percaya.

Gerakan literasi nasional memang membutuhkan stimulan dari berbagai pihak agar pengetahuan yang diperoleh semakin luas. Proses pendidikan mulai jenjang PAUD sampai dengan SMA/SMK perlu mengembangkan literasi sebagai aspek penting implementasi K-13.

Hal ini tentunya membutuhkan konten yang bermutu yang difasilitasi penerbit yang baik untuk dituangkan dalam buku ajar maupun rujukan sebagai bahan bacaan murid.

Abdul Majid Hariadi
SMK Negeri 1 Sidoarjo

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help