Citizen Reporter

Ini Saingan Guru: Teknologi

Guru harus bersaing dengan kemajuan teknologi. Siswa bisa mencari informasi di internet, tetapi ada yang tidak bisa dihilangkan dari peran guru.

Ini Saingan Guru: Teknologi
pixabay.com

Guru-guru SMA/SMK se-Kabupaten Gresik berkumpul di Graha Sarana Petrokimia, Rabu (16/5/2018). Mereka mengikuti Seminar Nasional dan Pameran Pendidikan yang bertajuk Guru Hebat dan Inspiratif di Era Digital Abad 21.

Acara ini diselenggarakan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik dan Forum Komunikasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional. Menurut Ahmad Nur Syamsudin, ketua panitia, seminar itu fenomenal karena diikuti 10 guru Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), 379 guru SMA, dan 281 guru SMK.

Puji Astuti, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, bangga dengan acara itu. Di Gresik, itu kali pertama ada gabungan MGMP yang membentuk wadah Forum Komunikasi MGMP Gresik.

Suhartatik, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Jawa Timur yang membuka seminar mengatakan berusaha meningkatkan kualitas gurunya sesuai dengan visi terwujudnya insan cerdas, kreatif, berakhlak mulia, memiliki daya sanding dan daya saing global. Guru menjadi ujung tombak kemajuan anak bangsa.

Acara inti diisi Ahmad Muzakki, Dekan FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya. Ahmad memaparkan posisi guru saat ini. Guru merupakan sumber informasi dan teladan. Sebagai sumber informasi, guru bersaing dengan kemajuan teknologi karena siswa dengan mudah mencari informasi di internet.

Oleh karena itu, guru harus melek teknologi dan memiliki akun di media sosial untuk dapat memahami kultur budaya yang berubah. Sebagai sumber teladan, guru tidak dapat digantikan oleh apapun.

“Sekarang surplus kepintaran minus keteladanan. Guru lahir di zaman old harus dapat menjadi guru zaman now,” katanya.

Selain itu, Andi Mariono dari Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya menjelaskan pentingnya pembelajaran inovatif. Ia mencontohkan pengalamannya ketika menjadi petugas manasik haji. Ia berinovasi dalam menjelaskan manasik haji dengan video menarik.

“Guru harus belajar membuat media inovatif agar siswa lebih mudah menangkap materi yang diajarkan. Media power point bisa digunakan untuk pembelajaran inovatif,” tutur Andi.

Laili Rusmawaty
Guru SMAN 1 Kebomas Gresik

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help