Citizen Reporter

Salah Kelola Arsip, Hilang Data

Sejak lahir sampai meninggal, dibutuhkan arsip. Yang menjadi masalah, sistem pengarsipan di banyak lembaga belepotan.

Salah Kelola Arsip, Hilang Data
pixabay.com

Arsip itu penting, tetapi sering penaganannya tidak serius. Arsip baru terasa penting ketika saat dibutuhkan ternyata tidak ditemukan. Itulah kondisi yang terjadi di dunia birokrasi saat ini. Arsip masih dinomorduakan oleh para pelaku birokrasi.

Itu senada dengan yang disampaikan Bakri, Kepala Bidang Pembinaan Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan. Ketika membuka Bimtek Peningkatan SDM kearsipan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Lamongan dikatakannya, arsip harusnya ditangani secara serius karena itu menjadi urusan wajib pemerintah daerah.

“Dari mulai kita lahir hingga meninggal dunia, kita selalu butuh dokumen/arsip,” jelasnya.

Acara yang dilaksanakan Selasa (8/5/2018) di Hotel Elresas Lamongan itu mengundang 50 petugas pengelola arsip OPD. Mereka mendapat pengetahuan dasar kearsipan yang diberikan Dinas Kearsipan Daerah Lamongan meliputi instrumen pokok pengelolaan arsip dinamis dan teknik penyusunan arsip.

Pengelola arsip OPD adalah ujung tombak penyelamatan arsip daerah Lamongan karena OPD-nya adalah tempat terciptanya arsip dinamis. Pada akhirnya nanti sebagian di antaranya akan menjadi arsip statis dan diserahkan ke lembaga kearsipan Lamongan untuk kepentingan masyarakat.

Saat narasumber bertanya apakah di masing-masing OPD sudah ada unit kearsipan, kebanyakan peserta menjawab belum. Tentu itu menjadi catatan tersendiri mengingat UU No 43 tahun 2009 mewajibkan agar setiap lembaga pemerintah memiliki unit kearsipan sebagai tempat mengelola arsip dinamisnya.

“Semoga setelah pembinaan ini pengelolaan arsip di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Lamongan semakin baik dan teratur,” tutup Sugeng Navianto, Kepala Bidang Pengelolaan Arsip Dinas Kearsipan yang memberikan materi sarana dan prasaran penyimpanan arsip.

Agus Buchori
Arsiparis di Dinas Kearsipan Daerah Lamongan

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help