Berita Ekonomi Bisnis

Harga Plastik Terkerek Kenaikan Harga Minyak Dunia dan Nilai Tukar Dolar

Kenaikan nilai tukar rupiah atas dolar yang mencapai lebih dari Rp 14.000 per dolar AS dan harga minyak dunia membuat harga plastik naik.

Harga Plastik Terkerek Kenaikan Harga Minyak Dunia dan Nilai Tukar Dolar
surya/sugiharto
Presiden Komisaris PT Trias Sentosa Tbk Kindarto Kohar (tengah) bersama Presiden Direktur PT Trias Sentosa Tbk, Sugeng Kurniawan (kanan) dan Komisaris, Jamin Tjandra mmenunjukkan produknya usai RUPS di Hotel ShangriLa, Surabaya, Kamis (17/5/2018). 

SURYA.coid | SURABAYA - Kenaikan nilai tukar rupiah atas dolar yang mencapai lebih dari Rp 14.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dan harga minyak dunia membuat harga plastik naik. PT Trias Sentosa Tbk mencatat kenaikan harga bahan baku hingga 7 persen.

"Kenaikan harga bahan baku di kuartal I tahun 2018 dibanding kuartal I tahun 2017 sudah sekitar 7 persen. Harga kami ikut naik sekitar 5 persen sejak kuartal I ini," kata Sugeng Kurniawan, President Direktur PT Trias Sentosa Tbk saat public expose di Surabaya, Kamis (17/5/2018).

Meski ada kenaikan harga bahan baku dan harga jual, namun perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 6,3 persen di kuartal I tahun 2018.

Sedang  laba bruto perseroan tumbuh 12,5 persen menjadi Rp 60,94 miliar. Diiringi dengan pertumbuhan marjin laba bruto menjadi 9,1 persen.

Sedangkan laba tahun berjalan perseroan di periode yang sama mencatat pertumbuhan sebesar 58,8 persen menjadi Rp 12,2 miliar.

Sugeng mengatakan, kenaikan itu menunjukkan permintaan plastik juga tumbuh, terutama terkerek dari kenaikan industri makanan dan minuman yang sebagian besar memanfaatkan dan menggunakan kemasan plastik.

"Apalagi di tahun 2018 akan ada event pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, piala dunia yang digelar di Rusia, dan hal itu diharapkan bisa berkontribusi pada peningkatan konsumsi customer goods," jelas Sugeng.

Tahun 2018, perseroan juga mengungkapkan langkah bisnis yang disiapkan. Yaitu menambah mesin untuk pabrik yang selama ini sudah 8 unit, menjadi 11 unit.

"Sejak tahun lalu kami siapkan belanja mesin 3 unit. Satu unit sudah mulai terpasang, dua ini targetnya akhir tahun ini hingga tahun depan," tambah Sugeng.

Investasi pembelian mesin itu senilai Rp 150 miliar. Kapasitas pabrik PT Trias Santosa Tbk saat ini mencapai 20.000 ton per tahun. Dengan mesin baru yang ke sembilan akan bertambah 7.500 ton.

"Pemandangan mesin ini selain karena kapasitas sudah berlebih, juga untuk antisipasi peningkatan permintaan. Meski saat ini belum ada permintaan tambahan," ungkap Sugeng.

Sedangkan pasar ekspor, perseroan menargetkan pasar baru ke Jepang. Langkah ini merupakan langkah lanjutnya dari hasil kerjasama Joint Ventura dengan Toyoba Co.Ltd, sebuah perusahaan kemasan film fleksibel yang terkemuka dari Jepang. Joint Ventura itu juga untuk membangun pabrik PT Trias Toyoba Astria dan PT Toyoba Trias Ecosyar.

Kedua perusahaan ini direncanakan untuk beroperasi secara komersial pada tahun 2019 mendatang dan diharapkan memberi kontribusi pertumbuhan bagi Toyoba dan Perseroan.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help