Berita Tuban

Geger, Ada Aksi Pembacokan di Dekat Mapolsek Tuban Kota, Korban Alami Luka di Tangan dan Telinga

Warga Tuban geger. Ada aksi pembacokan di dekat Mapolsek Tuban Kota. Korban alami luka di tangan dan telinga

Geger, Ada Aksi Pembacokan di Dekat Mapolsek Tuban Kota, Korban Alami Luka di Tangan dan Telinga
SXC/mmagallan
ILUSTRASI 

SURYA.co.id | TUBAN - Aksi pembacokan yang terjadi di sekitar Mapolsek Tuban kota, Selasa (15/5/2018) malam, menggegerkan warga setempat.

Warga berhamburan keluar rumah untuk menyaksikan kejadian yang sebenarnya.

Kejadian itu, membuat satu orang terluka, karena mendapat sabetan parang pada bagian telinga dan tangan.

Sementara, dua orang pelaku langsung diamankan di Mapolres seketika.

Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono mengatakan, kejadian pembacokan bermula karena persoalan pil karnopen, yang sekarang sudah tergolong zat narkoba.

Jadi kedua pelaku, yaitu Sumbang (36) dan Liswaras (29) warga Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek bertanya kepada korban, Sudianto (35) warga Desa Bejagung, Kecamatan Semanding.

"Ternyata dipicu persoalan transaksi pil karnopen di dekat Gang Sadar, Kelurahan Sidomulyo, karena pelaku mabuk berat akhirnya menyabetkan sebilah parang ke korban," ujar Kapolres saat ungkap kasus, Kamis (17/5/2018).

Polres Tuban ungkap kasus dua orang yang membacok karena narkoba
Polres Tuban ungkap kasus dua orang yang membacok karena narkoba (surya/m sudarsono)

Mantan Kasubdit III Ditreskrimum Polda Jateng itu menjelaskan, usai membacok korban, pelaku tidak kooperatif karena berusaha kabur.

Akhirnya, polisi menangkap pelaku dengan cara menyarangkan timah panas ke kakinya.

"Kita tembak kakinya, karena pelaku tidak kooperatif, barang bukti sebilah parang dan celurit kita amankan," pungkasnya.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman Pidana 9 Tahun Subs Menguasai Senjata Tajam Tanpa Izin sebagaimana Pasal 2 Ayat 1 UU No.12 Tahun 1951 dengan ancaman 5 tahun penjara.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help