Berita Surabaya

Derita Penyakit Multiple Myeloma, Trimoelja D Soerjadi Sempat Beri Pesan pada Keluarga

Meninggalnya mantan Ketua Dewan Kehormatan Peradi Jatim ini tak lepas dari penyakit yang dideritanya, multiple myeloma.

Derita Penyakit Multiple Myeloma, Trimoelja D Soerjadi Sempat Beri Pesan pada Keluarga
surya/sudharma adhi
Beberapa sahabat berdoa di depan jenazah Trimoelja D Soerjadi yang meninggal dunia, Kamis (17/5/2018) pagi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meninggalnya pengacara kondang Trimoelja D Soerjadi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

Meninggalnya mantan Ketua Dewan Kehormatan Peradi Jatim ini tak lepas dari penyakit yang dideritanya, multiple myeloma.

Putra sulung almarhum, Bima Eka Prasetya menuturkan, Trimoelja memang dikenal sebagai sosok pengacara berdedikasi dan pekerja keras.

Makanya tak heran, almarhum hampir tak merasakan kondisi kesehatannya yang terus menurun seiring bertambah usia.

“Sebelum menangani kasus mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok (Basuki Tjahaya Purnama) dan kasus Aceh, sebenarnya sudah sakit. Namun itu tak dirasakannya karena semangatnya yang masih tinggi,” paparnya di rumah duka, Kamis (17/5/2018).

Baca: BREAKING NEWS - Pengacara Kondang Trimoelja D Soerjadi Meninggal Dunia

Baca: VIDEO - Ini Nama-nama Terduga Teroris yang Ditangkap dan Ditembak Mati di Jawa Timur

Baca: Pak Jokowi Itu Memang Apa Adanya, Ia Pakai Jaket Bomber Kaesang Malah Ngetrend

Saat kondisi tubuh menurun dan kecapaian, keluarga sebenarnya ingin mengecek kondisinya dengan membawa sampel darah ke laboratorium.

Namun hasilnya tak signifikan dan tak diketahui penyakitnya.

Barulah ketika almarhum kembali sakit pada November 2017 lalu, baru diketahui Trimoelja menderita multiple myeloma (kanker sel plasma).

Penyakit ini memang menyerang pria di atas 65 tahun.

“Setelah didiagnosis penyakit myeloma, ini lalu merembet kemana-mana, di antaranya kolaps paru-paru,” tuturnya.

Setelah menderita penyakit itu, kondisi kesehatan pria yang lahir pada 7 Januari 1939 ini fluktuatif.

Jika sehat, almarhum tetap memilih berkantor di Jl Embong Sawo tiga kali seminggu.
Namun sejak beberapa hari lalu, kondisinya kembali drop sehingga harus dibawa ke RS Mitra Keluarga Darmo Satelit.

Kondisi ini terus memburuk hingga menghembuskan nafas terakhir pada Kamis (17/5/2018) pagi sekira 06.32.

“Sebelum meninggal, bapak memang meninggalkan pesan bagi keluarga. Tapi ini sifatnya pribadi,” ujarnya.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help