Berita Jember

Video, Kisah Nenek Qibtiyah Jember Jadi TKW di Arab, Kerap Dibentak,Pernah Tak Digaji dan Diberi Ini

"Majikan pertama kereng (pemarah) suka bentak-bentak. Moroan tangan (suka memukul)," kenang Qibtiyah dengan suara layu.

Video, Kisah Nenek Qibtiyah Jember Jadi TKW di Arab, Kerap Dibentak,Pernah Tak Digaji dan Diberi Ini
surya/erwin wicaksono
Jumanti alias Qibtiyah, akhirnya tiba tanah kelahirannya, Jember pada Selasa malam (5/5/2018) setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi sejak (13/5/2018). 

SURYA.co.id | JEMBER - Jumanti alias Qibtiyah (74) akhirnya kembali ke Tanah Air. Ia resmi kembali ke keluarganya di Jember, Selasa malam (15/5/2018) setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju Indonesia.

Selama jadi TKW di Arab Saudi,nenek yang meninggalkan Jember, Agustus 1990 itu, mencoba mengingat dan menjelaskan suka dukanya selama jadi TKW di Arab Saudi selama 28 tahun.

"Majikan pertama kereng (pemarah) suka bentak-bentak. Moroan tangan (suka memukul)," kenang Qibtiyah dengan suara layu, kepada Surya.co.id.

Qibtiyah kerap gonta-ganti majikan selama ia bekerja. Ia mengaku sudah empat kali berganti majikan. Bahkan ia pernah mengaku hanya diberi upah makananan oleh majikannya.

"Sudah empat kali. Digaji kalau saya minta, kadang ya lupa, ya dikasih makan aja," kenang Qibtiyah.

Atas jerih payahnya selama 28 tahun akhirnya nenek Qibtiyah terima gaji sebesar 76 ribu Riyal, atau sekitar 266 juta Rupiah di KBRI Riyadh beberapa waktu lalu. Penyerahan tersebut diwakili oleh Kapten Ibrahim Muhammad.

Nenek Qibtiyah mengaku senang dapat uang yang menjadi haknya selama ia bekerja. Ke depan ia akan menabung uang itu supaya tambah banyak. Bahkan ia meminta untuk dibukakan rekening tabungan ketika perjalanan di Banyuwangi.

"Alhamdulillah senang, nanti ditabung biar tambah banyak," kata Qibtiyah malam itu sambil tersenyum.

Kepala Seksi Arab Saudi Kemenlu, Chairil, menjelaskan sepak terjang Nenek Qibtiyah di Arab Saudi memang sukar diketahui karena yang bersangkutan sudah lupa. Namun, selama memasuki usia senja ia mendapat perlakuan yang baik.

"Yang saya tahu, di majikan terakhir ini dia disuruh nemenin, tidak disuruh yang macam-macam," terang Chairil.

Soal gaji Qibtiyah, Chairil menuturkan itu memang hak dari Qibtiyah dan diserahkan oleh Kapten Ibrahim Muhammad selaku keponakan dari majikannya yang terakhir. Bahkan Ibrahim mengaku sudah menganggap Qibtiyah sebagai keluarganya.

"Soal gaji memang haknya dan sudah diserahkan oleh Kapten Ibrahim beberapa waktu lalu," pungkas Chairil.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help