Berita Jember

Unej Buka Prodi Baru, Pendidikan Profesi Insinyur, Buka Pendaftaran Mahasiswa Tahun Ini

Rencananya, PSPPI FT Unej akan menerima mahasiswa baru mulai tahun akademik 2018/2019 ini.

Unej Buka Prodi Baru, Pendidikan Profesi Insinyur, Buka Pendaftaran Mahasiswa Tahun Ini
surya/erwin wicaksono
para Insinyur baru bersama Rektor UNEJ dan Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso 

SURYA.co.id I JEMBER - Universitas Negeri Jember (Unej) secara resmi membuka program studi (prodi) baru. Prodi baru tersebut adalah Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur (PSPPI) yang berada di bawah Fakultas Teknik (FT).

Pembukaan PSPPI ditandai dengan kegiatan pengambilan sumpah dan pelantikan insinyur yang diikuti oleh 12 peserta yang semuanya merupakan dosen di FT, Selasa kemarin (15/5/2018).

Pembukaan PSPPI itu adalah sebagai amanat UU 11/2014 tentang Keinsinyuran. UU tersebut mewajibkan sarjana teknik untuk mengikuti uji kompetensi insinyur sebelum terjun berpraktik kerja sesuai bidang teknik keahliannya. Rencananya, PSPPI FT Unej akan menerima mahasiswa baru mulai tahun akademik 2018/2019 ini.

Dekan FT Unej, Entin Hidayah, menuturkan Unej adalah satu dari 40 perguruan tinggi di Indonesia yang telah mendapatkan mandat oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk menyelenggarakan PSPPI.

“Unej adalah perguruan tinggi ke-24 yang resmi membuka PSPPI. Nantinya peserta PSPPI akan menempuh 24 SKS dan dilengkapi program magang. Lulusannya akan mendapatkan gelar Insinyur dan tercatat sebagai anggota Persatuan Insinyur Indonesia atau PII setelah lulus uji kompetensi,” ujar Entin Hidayah.

Seusai kegiatan, Dekan FT Unej menjelaskan, kedua belas insinyur baru yang dilantik adalah peserta PSPPI dari jalur Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Semuanya adalah dosen di FT Unej.

“Untuk meraih gelar insinyur dalam PSPPI ada dua jalur, jalur reguler bagi fresh graduate, dan RPL bagi yang telah menyandang gelar sarjana tenik dan atau telah bekerja,” kata Entin Hidayah yang sore itu turut dilantik.

Wakil Ketua Dewan Insinyur Indonesia sekaligus Ketua Tim Ahli Keinsinyuran Kemenristekdikti, Prof Dr Ir Djoko Santoso, turut hadir dalam acara kali ini.

Menurut Djoko, data Kemenristekdikti 2017 menyatakan jumlah sarjana teknik di Indonesia saat ini mencapai angka 750.000 orang.

Namun dari jumlah tersebut, hanya sekitar 9.000 saja yang tergolong insinyur profesional yang telah lulus PSPPI dan memiliki sertifikat kompetensi.

Padahal dalam menghadapi era industrialisasi global, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dan fokus pemerintah yang saat ini terus berupaya melakukan pembangunan infrastruktur membuat kebutuhan bangsa akan tenaga Insinyur profesional semakin meningkat.

“Untuk itu selamat bagi FT Unej yang telah membuka PSPPI. Semoga menghasilkan insinyur yang profesional,” imbuh Djoko yang juga pernah menjabat Rektor ITB periode 2005-2010 tersebut.

Senada dengan Djoko, Rektor Unej, Moh Hasan, berpendapat pembukaan PSPPI merupakan salah satu wujud nyata Kampus Tegalboto dalam upaya mempersiapkan para insinyur Indonesia agar dapat berkiprah di kawasan regional maupun global.

“Saya berharap pembukaan PSPPI FT akan diikuti oleh fakultas lain, seperti Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Pertanian karena uji kompetensi sudah menjadi tuntutan,” tukas Hasan.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help