Berita Surabaya

Spesifikasi Rumit, Lelang Penutup Rel KA di Persimpangan Royal Tak Laku, Macet Parah Makin Lama

Sebelumnya disebutkan ada tiga peminat lelang. Namun mereka tak jadi karena spesifikasi pengerjaannya yang rumit.

Spesifikasi Rumit, Lelang Penutup Rel KA di Persimpangan Royal Tak Laku, Macet Parah Makin Lama
surya/Ahmad Zaimul Haq
Saling serobot di lampu merah dekat perlintasan kereta api samping Royal Plaza terjadi hampir tiap hari, terutama jam-jam sibuk. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Janji Pemkot Surabaya menuntaskan macet parah di Royal Plaza hingga April tak terealisasi. Kini sudah Mei dan bahkan hingga mudik Lebaran Juni besok bottle neck masih akan terjadi di ujung Royal Plaza tersebut. 

Tiga bulan dibuka lelang khusus untuk mengerjakan penutup jalan persimpangan rel KA belakang Royal tersebut, namun ternyata tak laku. Sudah berbulan-bulan penyempitan jalan karena rel ini terjadi.

Sudah berbulan-bulan pula macet parah di ujung Royal itu.

"Sudah kami lelang penutup persimpangan rel itu, tapi tak laku terus," kata Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati, Rabu (16/5/2018).

Pemkot Surabaya bahkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga menyampaikan bahwa April bottle neck Royal Plaza akan berakhir. Nyatanya menutup persimpangan rel itu butuh waktu lebih lama.

Bahkan diprediksi hingga arus Mudik Lebaran nanti pun, lalu lintas di pojok Royal Plaza itu akan tetap semrawut dan macet. Sebab lelang plat baja penutup rel yang dipadukan dengan aspal itu tidak ada yang laku. 

Erna menjelaskan bahwa kelihatannya menutup rel dengan plat baja itu tampak mudah. Tapi kenyataannya susah karena perlu menyesuaikan ukuran detail roda rel KA. Belum lagi bahan baja yang dijamin tidak memuai. 

Kenapa tidak laku padahal sebelumnya sudah ada tiga kontraktor yang melelang pengerjaan proyek tersebut. Erna menyampakan bahwa pengerjaannya memang spesifik. 

Sebab spesifikasi, rencana anggota biaya (RAB) dan semua dari KAI. Ini yang bikin ribet.

"Kalau diperbolehkan, anggaran kita transfer ke KAI saja. Biar praktis. Tapi aturan tidak bisa demikian," kata Erna. 

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help