Home »

Bisnis

» Makro

Bom Surabaya

Pengusaha Ritel Mengaku Rugi hingga 70 Persen, Desak Pemkot Lakukan Recovery Psikologis Konsumen

Industri retail mengalami dampak kerugian besar akibat teror bom di Surabaya dan Sidoarjo pada Minggu dan Senin lalu.

Pengusaha Ritel Mengaku Rugi hingga 70 Persen, Desak Pemkot Lakukan Recovery Psikologis Konsumen
surya/sri handi lestari
Abraham Ibnu (ketiga dari kiri) memberi penjelasan terkait upaya peningkatan belanja retail pasca ledakan bom yang membuat pasar retail menurun di Surabaya, Rabu (16/5/2018). 

"Langkah ini kami lakukan untuk menggairahkan psikologis konsumen untuk datang ke mal lagi, ke Hypermarket lagi, ke supermarket lagi dan minimarket lagi agar ekonomi bisa berjalan positif. Ritel memiliki imbas ke berbagai hal," tambah April.

Salah satu upaya untuk menghadirkan psikologis konsumen dengan memasang banner, spanduk, dan SMS blast, media sosial dan promo-promo menarik lainnya.

Selanjutnya, juga akan meminta dukungan dan dorongan dari Pemerintah Kota Surabaya dalam hal ini Walikota Surabaya, Tri Rismaharini untuk me-recovery psikologis konsumen lewat kegiatan lainnya.

"Selain itu kami siap mendukung bazar mandiri bersama Aprindo. Maupun di tempat kami. Produk murah, semoga bisa menarik konsumen lagi," ungkap Kristianus, dari Hypermart di Food Junction, Grand Pakuwon.

Sementara dari Departement Store, yang mayoritas produk sandang, diakui mengalami penurunan yang cukup tajam pada hari terjadinya ledakan. Hampir 80 persen.

"Terus terang ini membuat kami harus mengambil langkah promotif lagi. Salah satunya promo diskon, SMS Blast dan media sosial," kata Hendri Lismono, Regional Manager Matahari Dept Store Surabaya.

Di kalangan minimarket, Dwi Pramesti dan Veronika, mewakili Alfmart dan Indomaret juga menyiapkan langkah mengagresifkan promo Jumat Sabtu Minggu (JSM), beli dua gratis satu, dan sejenisnya.

"Soal imbas kejadian kemarin, memang ada penurunan selama dua hari itu antara 40-45 persen, terutama di daerah sekitar kejadian," kata Ame, sapaan Dwi Pramesti.

Sedang Indomaret, juga mengalami hal yang sama. Bahkan, menurut Veronica, ada yang tokonya baru buka, tapi langsung terdampak police line area bom, sehingga tidak bisa melayani konsumen sepanjang hari.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help