Ramadhan 2018

Pemerintah Jamin Stok Kebutuhan Pangan di Banyuwangi Lebih Dari Cukup Hingga Lebaran

Stok Kebutuhan pangan di Banyuwangi selama Ramadhan hingga lebaran, dijamin ebih dari cukup.

Pemerintah Jamin Stok Kebutuhan Pangan di Banyuwangi Lebih Dari Cukup Hingga Lebaran
surabaya.tribunnews.com/haorrahman
Persediaan beras di Banyuwangi lebih dari cukup selama Ramadhan hingga lebaran. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Stok Kebutuhan pangan, seperti beras, telur, daging, cabai, dan lainnya, di Banyuwangi, selama Ramadhan hingga lebaran, dijamin ebih dari cukup. 

"Kebutuhan pokok ‎selama Ramadhan hingga lebaran di Banyuwangi cukup, bahkan lebih dari cukup," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Banyuwangi, Arief Setiawan, Rabu (16/5). 

Arief mengatakan, untuk kebutuhan beras di Banyuwangi melimpah. Bahkan beras Banyuwangi dikirim ke berbagai daerah seperti Nusa Tenggara Barat, Bali, dan dan lainnya. 

Januari hingga April saja produksi beras Banyuwangi mencapai 197.058 ton. Itu belum termasuk stok beras pada 2017 lalu yang mencapai 300.000 ton. 

"Untuk beras, Banyuwangi merupakan lumbungnya. Kebutuhan setahun beras di Banyuwangi hanya 78.000 ton, sedangkan produksi dalam setahun mencapai 850.000 ton," kata Arief, saat memantau stok beras di Bulog Banyuwangi.‎

Arief mengatakan harga beras di pasaran ‎masih terkendali. Harga beras medium di pasaran Banyuwangi bekisar Rp 8.7000 per kilogram, di bawah harga eceran tertinggi (het) yang ditetapkan pemerintah Rp 9.450. 

Untuk beras premium di pasaran Banyuwangi berada di harga Rp 11.000 per kilogram, di bawah HET yang ditetapkan Rp 12.8000. 

"Yang sering menjadi permasalahan saat Ramadhan dan menjelang lebaran biasanya, informasi kenaikan harga beras di kota-kota besar, sehingga daerah-daerah ikut-ikutan menaikkan harga," kata Arief. 

Untuk antisipasi hal tersebut, menurut Arief, pihaknya telah bekerja sama ‎dengan Bulog melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga. 

Kebutuhan pokok lainnya juga relatif stabil. Seperti telur saat ini berada dalam kisaran ‎Rp 25.000 per kilogram. 
Untuk telur menurut Arief, produksi telur agak menurun karena ada kebijakan pemerintah yang melarang penggunaan antibiotik, sehingga mengurangi produksi.

"Tapi untuk persediaan Banyuwangi sudah cukup. Per hari kebutuhan telur Banyuwangi mencapai 20,5 ton telur, sedangkan produksinya mencapai 22 ton. Sisanya yang 2 ton biasanya dikirim ke Situbondo," jelas Arief. ‎

Demikian juga dengan daging sapi dan ayam ras, menurut ‎Arief, persediaanya cukup. 

Untuk cabai rawit, menurut Arief, pemerintah telah melakukan pasar lelang di sentra cabai Banyuwangi, Wongsorejo, untuk antisipasi lonjakan harga. Harga cabai di pasaran berada di Rp 20.000 per kilogram. 

"Saat ini ada 442 hektare yang siap panen. Tiap minggu bisa menghasilkan 221 ton cabai rawit," kata Arief.

Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help