Berita Mojokerto

Hasil Sidak Polres Mojokerto, Warga Waspadai Mamin Kadaluarsa saat Ramadan, Perhatian Label Kemasan

Kapolres mengatakan pihaknya melalui Satgas Pangan bakal berupaya mengawasi potensi dugaan adanya orang yang melakukan penimbunan.

Hasil Sidak Polres Mojokerto, Warga Waspadai Mamin Kadaluarsa saat Ramadan, Perhatian Label Kemasan
surya/mohammad romadoni
Polisi bersama anggota Desperindag, Bulog, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, menggelar sidak ketersediaan barang kebutuhan pokok di pasar tradisional Mojosari, Rabu (16/5/2018). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata, bersama anggota Desperindag, Bulog dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, menggelar inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan barang kebutuhan pokok di pasar tradisional Mojosari, Rabu (16/5/2018).

Ini dilakukannya untuk mengantisipasi melonjaknya harga bahan kebutuhan pokok hingga memanimalisir adanya makanan yang telah kedaluwarsa saat bulan suci Ramadan 1439 H yang jatuh pada Kamis (16/5/2018).

Dalam sidak kali ini, pihaknya menemukan sejumlah makanan dan minuman (mamin) yang kurang dari dua pekan telah memasuki batas waktu kadaluarsa.

Adapun mamin yang akan kadaluarsa tersebut di antaranya susu kemasan kaleng dan snack atau makanan ringan dalam kemasan. Dalam label produk kemasan itu tertulis expired pada dua minggu ke depan.

AKBP Leonardus Simarmata menututurkan anggota Satgas Pangan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Mojokerto telah bersinergi bersama dinas terkait untuk menindak tegas pedagang nakal yang tetap nekad menjual barang kebutuhan pokok dalam status mendekati kadaluarsa.

"Sebaiknya, bahan kebutuhan pokok yang telah mendekati kadaluarsa ditarik dari pasar sehingga tidak membahayakan konsumen," kata Leonardus kepada para pedagang pasar.

Kapolres mengatakan pihaknya melalui Satgas Pangan bakal berupaya mengawasi potensi dugaan adanya orang tidak bertanggung jawab yang melakukan penimbunan bahan kebutuhan pokok untuk memainkan harga pasar demi mengambil keuntungan pribadi.

Karena itulah, dia memantau seluruh harga bahan kebutuhan pokok yang ada di pasaran.

"Kami pastikan kecil potensinya ada penimbunan bahan pokok, karena bisa kami pantau melalui ritme harga di pasaran," ungkapnya.

"Nantinya kami terus-menerus melakukan penindakan potensi adanya kejahatan penimbunan sejumlah bahan pokok," imbuhnya.

Leo menambahkan jelang Ramadan ini rata-rata harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng relatif stabil, bahkan ada penurunan harga pada bumbu dapur.

Namun, ada kenaikan harga pada ayam Rp 2.000 dari Rp 34.000 kini menjadi Rp 36.000. Paling signifikan kenaikan harga pada telur dari Rp 18.000 melonjak naik secara kontinyu menjadi sekitar Rp 25.500. Gandum naik Rp 7.000, harganya Rp 19.000 per kg.

"Selama Ramadan hingga lebaran bersama Desperindag, Bulog dan Dinas Kesehatan untuk mengawasi harga bahan pokok," pungkasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help