Berita Malang Raya

Hakim Tak Siap Vonis Terdakwa Pembunuhan Sadis di Hutan Pantai Ngliyep Donomulyo

Hakim menunda membacakan vonis untuk remaja yang melakukan pembunuhan sadis di hutan pantai Ngliyep, Donomulyo, Kabupaten Malang

Hakim Tak Siap Vonis Terdakwa Pembunuhan Sadis di Hutan Pantai Ngliyep Donomulyo
ist/facebook
Foto-foto korban semasa hidup dan foto korban saat ditemukan berdarah-darah di pinggiran hutan Pantai Ngliyep, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. 

SURYA.co.id | MALANG - Majelis Hakim PN Kepanjen, Kabupaten Malang, menunda persidangan dengan terdakwa Nadia Fega Madona (19), yang didakwa melakukan pembunuhan di hutan pantai Ngliyep, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. 

Sidang dengan agenda pembacaan vonis itu ditunda karena majelis hakim belum siap dengan putusan atau vonis. 

Sidang dengan Ketua Majelis Hakim, Wiwin Arodawanti SH ditunda pekan depan.

"Kami belum siap bacakan vonis terdakwa, sidang ditunda pekan depan," kata Wiwin dalam persidangan di PN Kepanjen Malang, Rabu (16/5) sore.

Seperti diketahui, dalam persidangan di PN Kepanjen sebelumnya, terdakwa Nadia Fega Madona di tuntut JPU Kabupaten Malang, Ari Kuswadi SH, dengan 15 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider kurungan 3 bulan penjara.

Tuntutan tersebut merupakan tutuntan maksimal sesuai UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dalam persidangan terdakwa terbukti menganiaya hingga menghilangkan nyawa korbanya.

"Tuntutan itu sesuai dengan tindakan terdakwa dan terbukti di persidangan," kata Ari Kuswadi.

Penasehat Hukum terdakwa, Abdul Halim SH dalam pembelaan atas tuntutan JPU dirasa sangat memberatkan terdakwa. Ini dikarenakan dalam persidangan terungkap kalau terdakwa dalam tindakannya tersebut sebagai tindakan membela diri. Ini setelah korban dan terdakwa sempat berkelahi cukup lama hingga berebut sajam pisau.

Bila saja korban berhasil mendapatkan sajam pisau maka terdakwa dimungkinkan yang akan terbunuh.

"Untuk itu, kami sebagai penasehat hukum terdakwa mengharapkan vonis lebih ringan terhadap terdakwa. Karena selain masih berusia muda, terdakwa dipersidangan cukup akomodatif dan mengakui perbuatanya serta menyesal atas tindakan yang telah dilakukanya," tutur Abdul Halim. 

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved