Berita Jember

Bupati Jember Janjikan Honor GTT Cair Sebelum Lebaran, Honor Paling Besar Jumlahnya Sekian

Bagi yang masa kerjanya paling lama, akan mendapat honor tertinggi yaitu Rp 1.400.000. Honor ini dicairkan sebelum lebaran,” ujar Bupati.

Bupati Jember Janjikan Honor GTT Cair Sebelum Lebaran, Honor Paling Besar Jumlahnya Sekian
surya/erwin wicaksono
Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat beri sambutan pada ribuan GTT di Aula PB SUdirman Pemkab Jember, Rabu (16/5/2018) 

SURYA.co.id | JEMBER - Bupati Jember menggelar silaturrahmi dan menyerahkan SK bagi ribuan guru tidak tetap (GTT), Rabu (17/5/2018). Kegiatan yang digelar di Aula PB Sudirman ini, Bupati juga memastikan honor GTT akan diberikan sebelum Lebaran.

“Honor GTT akan diberikan secara degradasi. Bagi yang masa kerjanya paling lama, akan mendapat honor tertinggi yaitu Rp 1.400.000 sesuai SK yang diterimanya. Honor ini akan dicairkan sebelum lebaran,” ujar Bupati Jember dr Hj Faida MMR.

Faida menuturkan Pemkab Jember dalam memberikan SK penugasan kepada GTT disesuaikan dengan asas keadilan, berbasis data dan kebutuhan sekolah.

Masa kerja GTT juga menjadi pertimbangan nomor urut untuk ditempatkan lebih dekat dengan tempat tinggalnya, sesuai kebutuhan sekolah, dan sisanya dengan masa kerja lebih rendah ditempatkan di wilayah kecamatan yang masih kosong.

Faida menambahkan selama dilakukan uji publik terhadap GTT, Pemkab memberikan waktu satu minggu bagi ribuan GTT untuk memberikan masukan. Namun sampai batas waktu yang ditentukan tidak banyak perubahan data.

“Sesuai dari blanko harapan yang diberikan kepada GTT, dari verifikasi semula yang berjumlah 4.905 guru. Pada akhir verifikasi hanya 4.761 guru. Data inilah yang kami jadikan acuan,” sambungnya.

Faida mengungkapkan, kebijakannya dalam melakukan uji publik bukan tidak ada cemoohan dari GTT. Namun semua itu bagian dari bentuk pelayanan dan tidak perlu dibalas dengan membenci.

Pihaknya menyatakan mengambil kebijakan berdasarkan keadilan, basis data dan kebutuhan sekolah.

Berdasarkan data dari Pemkab Jember menyebutkan, formasi lowong GTT di SDN terdapat angka kebutuhan guru sebanyak 8.912 guru. Sementara jumlah guru PNS hanya 5.902 guru. Jadi ada selisih kekurangan guru sekitar 3.010 orang.

Sementara untuk data formasi lowong di SMPN yakni kebutuhan guru 2.397 orang. Namun guru PNS hanya 1.453 guru. Jadi ada selisih kekurangan guru sekitar 944 orang.

Sementara berdasarkan verifikasi data blanko harapan, jumlah guru GTT di Jember saat ini ada sekitar 4.905 orang, dengan sisa akhir verifikasi ada sekitar 4.761 orang.

“Dalam membangun dunia pendidikan yang lebih baik, pemerataan kualitas pendidikan harus dilakukan. Setelah dilakukan uji publik, maka akan dicocokkan dengan data yang ada dengan kebutuhan sekolah, dan ini akan dilakukan evaluasi setiap semester,” pungkasnya.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help