Citizen Reporter

Anak SD Ini Berorasi di Depan Gedung DPRD

Berorasi di depan gedung DPRD Kabupaten Jember menuntut keberanian. Itu yang dialami siswa SD di Jember ketika harus berdakwah di depan umum.

Anak SD Ini Berorasi di Depan Gedung DPRD
ist

Dalam rangka menyongsong datangnya Ramadan, Sekolah Tahfidz Plus (STP) SD Khoiru Ummah Jember menggelar Tarhib Ramadhan, Sabtu (12/5/2018) pagi. Aksi orasi dan pembacaan puisi itu berlangsung di bundaran depan gedung DPRD Kabupaten Jember dan dilanjutkan dengan berjalan bersama menuju ke sekolah Khoiru Ummah, jalan Mastrip.

Tarhib Ramadhan merupakan sikap menyambut Ramadan dengan sukacita. Koordinator lapangan dalam aksi itu, Tri Wahyuni mengatakan, aksi itu untuk mengajarkan siswa agar bergembira selama Ramadan.

“Tujuan diadakannya tarhib Ramadan adalah agar anak-anak bersiap menjalankan puasa,” katanya.
Tujuan lainnya adalah melatih siswa agar berani berdakwah di tengah-tengah masyarakat lewat orasi dan pembacaan puisi.

“Pembawa orasi yaitu kelas 4, 5, dan 6 baik perempuan maupun laki-laki. Teks orasi mereka buat. Puisi dibawakan Iffat dan Almaas dari kelas 3 yang juga dibuat dengan ide mereka sendiri,” imbuh guru pengampu Geografi itu.

Salah satu orator, Ahmad Yasir Az-Zain menyampaikan, agar Ramadan diisi dengan amal saleh dan menjauhi kemaksiatan serta hal yang tidak bermanfaat.

“Itu agar puasa kita diridai dan tidak hanya dapat lapar dan dahaga saja,” tegas siswa kelas 4 itu sambil membacakan hadis tentang banyaknya orang yang puasanya sia-sia.

Di samping itu, menurut Kepala SD Khoiru Ummah Jember, Yuniar Firdaus, tarhib Ramadan telah dua kali diselenggarakan di Jember. Mereka telah membuat program kreatif lainnya selama Ramadan.

“Ada tiga agenda lagi yang akan diselenggarakan. Agenda lainnya adalah Ramadan mubarok, sebuah acara yang dikemas menyenangkan,” ungkapnya.

Program lainnya ialah Khoiru Ummah (KU) berbagi dan pesantren kilat. KU berbagi adalah sebuah agenda berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan. Itu biasanya diisi dengan mengunjungi wilayah tertentu.

“Ada ramah tamah, kemudian pembagian bantuan dari Khoiru Ummah,” tuturnya.

Adapun pesantren kilat adalah program khusus untuk kelas tiga ke atas dengan bermalam di sekolah beberapa hari. Program itu untuk melatih kemandirian siswa dan untuk menghidupkan sepuluh hari terakhir Ramadan.

Santoso
Guru Bahasa Indonesia
STP SD Khoiru Ummah Jember

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help