Citizen Reporter

Ramuan Ajaib Hanya Ada di Kamis Menulis

Selama dua tahun, setiap Kamis, siswa belajar menulis cerpen. Meski awalnya sulit, sekarang mereka bisa menghasilkan kumpulan cerpen Ramuan Ajaib.

Ramuan Ajaib Hanya Ada di Kamis Menulis
ist

Kamis adalah hari istimewa untuk 39 siswa kelas 3D SD Muhamamdiyah 4 Pucang Surabaya. Mereka memiliki ritual Kamis Menulis.

Cerpen buah tangan mereka akhirnya terkumpul. Mereka memang akan membuat antologi cerpen.
Setiap Kamis pagi, sang guru Tazkiyatun Nafsi el-Hawa (Tzakiyah) membimbing para muridnya untuk mengekspresikan ide melalui tulisan.

Kamis Menulis berlangsung dua tahun. Sekarang cerpen-cerpen itu sudah menjadi buku berjudul Ramuan Ajaib.

“Buku Ramuan Ajaib ini dipersembahkan anak didik kami secara spesial untuk mama, papa, para guru, dan sekolah kami tercinta,” ujar Tazkiyah yang juga Wali Kelas 3D, Selasa (15/5/2018).

Kamis Menulis adalah terobosan Tazkiyah yang diselenggarakan seusai berdoa dan mengaji. Tujuannya agar anak-anak didiknya mencintai membaca dan menulis. Heterogennya siswa tidak menyurutkan niat. Ia yakin, menulis adalah keterampilan yang bisa dilatih.

“Anak-anak mulanya tidak bisa, namun kini sudah terbiasa dengan menulis paragraf maupun cerita singkat,” terangnya.

Sesekali karya tulis anak didiknya di pajang di papan mading khusus Kamis Menulis. Tema menulis disesuaikan dengan momentum tertentu. Pada peringatan tahun baru Islam diusunglah tema Hijrahku, saat kemerdekaan diusunglah tema Indonesiaku, dan sebagainya.

Selain menulis, kegiatan di kelasnya beragam. Ada membaca buku 15 menit setiap pagi, kultum, lomba meresensi buku, dan lomba menulis cerita.

“Anak-anak menulis dengan tema itu pada selembar kertas kecil warna-warni dan kemudian mereka hias. Terakhir, mereka memajang karya tersebut di mading,” kisahnya.

Tzakiyah menambahkan, Kamis Menulis adalah semangat mendukung gerakan literasi nasional. Kemampuan menulis anak didiknya diakui sangat unik dan kadang menghasilkan karya yang mengejutkan dan sarat makna. Meskipun cerita yang mereka tulis masih seputar pengalaman pribadi, itu dipadu dengan daya imajinasi yang asyik.

“Ini dapat menjadi bekal hidup mereka. Baca, baca, baca, dan menulislah. Semoga kegiatan Kamis Menulis di kelas kami menginspirasi,” tandas Sekretaris Departemen Organisasi Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah Jawa Timur itu.

Mulyanto
Staf SD Muhamamdiyah 4 Pucang Surabaya

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help