Berita Tuban

Penyandang Disabilitas di Tuban, Kecam Aksi Teror di Surabaya

Belasan penyandang Disabilitas di Kabupaten Tuban yang tergabung dalam Gerakan Tuban Damai, melakukan aksi damai mengecam terorisme.

Penyandang Disabilitas di Tuban, Kecam Aksi Teror di Surabaya
surya/m sudarsono
Aksi Disabilitas di Tuban mengutuk tindak terorisme di Surabaya 

SURYA.co.id | TUBAN - Belasan penyandang Disabilitas di Kabupaten Tuban yang tergabung dalam Gerakan Tuban Damai, melakukan aksi damai mengecam terorisme yang terjadi di Surabaya, Minggu hingga Senin kemarin.

Dengan membawa poster dan spanduk banner bertuliskan pesan kecaman, para penyandang Disabilitas tersebut menuju bundaran patung, dari titik kumpul di lingkungan GOR, Selasa (15/5/2018), sore.

Aksi tersebut melibatkan Persatuan Tuna netra Indonesia (Pertuni) Cabang Tuban, Organisasi Disabilitas Tuban (Orbit), Paramitra Jawa Timur, serta LSM Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR).

Ketua Orbit, Vira Fitria mengatakan, aksi ini adalah sebagai bentuk kecaman terhadap serangkaian aksi teror yang terjadi di Surabaya.

Aksi tersebut, menurut gadis yang menggunakan kursi roda itu merupakan perbuatan tidak manusiawi, sehingga patut kiranya untuk dikecam maupun dikutuk.

"Kami mengecam, kami mengutuk aksi tidak manusiawi itu," ujar Vira saat melakukan orasi di bundaran patung Letda Sucipto.

Dia juga menjelaskan, apa yang dilakukan oleh teroris tentu bisa saja berdampak bagi korban.

Misal, yang diserang anak-anak maupun ibu-ibu, maka jika menjadi korban bisa saja mengalami difabel, sehingga sangat disayangkan perbuatan teror tersebut.

"Yang jelas kami dari penyandang Difabel mengutuk keras segala bentuk teror. Sebab, bisa membuat orang cacat, bahkan hingga meninggal dunia," pungkasnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help