Pilkada 2018

Khofifah Sebut Senkuko Top Reference untuk Warehouse di Dekat Pasar Tradisional

Bukan tanpa alasan Khofifah memilih pusat perbelanjaan ini untuk dijadikan tempat kampanye.

Khofifah Sebut Senkuko Top Reference untuk Warehouse di Dekat Pasar Tradisional
surya/fatimatuz zahro
Kampanye di Kota Pasuruan juga diisi Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa dengan menyapa masyarakat di Pasar Sentra Pengkulakan Koperasi (Senkuko), Selasa (15/5/2018). 

SURYA.CO.ID | PASURUAN - Kampanye di Kota Pasuruan juga diisi Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa dengan menyapa masyarakat di Pasar Sentra Pengkulakan Koperasi (Senkuko), Selasa (15/5/2018).

Bukan tanpa alasan Khofifah memilih pusat perbelanjaan ini untuk dijadikan tempat kampanye. Melainkan Senkuko ini layak menjadi percontohan lantaran berhasil mendirikan tempat perbelanjaan besar berkoperasi dan bersinergi dengan pedagang di pasar tradisional Kebon Agung.

Bahkan pedagang menjadi anggota koperasi dan bisa saling mendukung dalam jalannya ekonomi di pasar. Hal itu sebagaimana sering disebutkan Khofifah terkait adanya warehouse di pasar tradisional.

"Jadi Senkuko ini sama seperti yang sering saya sampaikan setiap kali di pasar. Ini bukan gudang tapi bisa digunakan unuk kulakan dan bermitra dengan pedagang," kata Khofifah.

Kemitraan yang terbangun memberikan sejumlah layanan yang memberikan keadilan harga pada konsumen. Misalnya harga untuk pedagang dibuat berbeda, begitu juga yang membeli dalam jumlah eceran maupun yang borongan.

"Tempat ini, Senkuko bisa menjadi top reference, luar biasa. Sebab selama saya keliling 36 kabupaten kota, Kebon Agung dan Senkuko ini bisa menjadi referensi, bagi yang ingin belajar pengelolaan sinergi koperasi dan toko moderen yang baik bisa ke sini," tegas Khofifah.

Hal tersebut diamini oleh Manager Senkuko, Andayani. Ia mengatakan, koperasi Senkuko ini sudah berdiri sejak tahun 1996. Saat ini koperasi sudah memiliki 18 ribu anggota dari pedagang pasar tradisional.

"Kita juga memberikan kredit, yang juga kita seleksi, saat ini ada 100 pedagang yang kita beri kredit. Lalu kita juga ada program tabungan sembako, sehingga ibu-ibu juga mendapatkan hasil dari koperasi Senkuko," tegasnya.

Meski saat ini Senkuko terus ramai nyatanya juga tidak membuat pasar tradisional mati. Justru sama-sama bisa berkembang.

"Bahkan yang ada toko moderen yng tutup. Senkuko ini sudah seperti gudang bagi pedagang dan kami ini mitra," kata Andayani.

Saat ini aset dari Senkuko bahkan sudah mencapai Rp 10 miliar. Omset penjualan beras perhati mencapai dua ton. Begitu juga dengan gula mencapai dua ton perhari.

"Karena kita manual timbangannya jadi kita menyerap banyak tenaga kerja. Dan untuk pedagang pasar kita berikan prioritas, itulah gunanya mitra," tegasnya.

Berikut videonya:

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help