Bom Surabaya

Gus Ipul Kunjungi Korban Luka Teror Bom Surabaya, Reaksi Korban Tak Terduga

Gus Ipul mengutuk kejadian tersebut dan ke depan berkomitmen untuk melakukan pencegahan.

Gus Ipul Kunjungi Korban Luka Teror Bom Surabaya, Reaksi Korban Tak Terduga
surya/bobby constantine koloway
Calon gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjenguk korban ledakan bom yang sedang dirawat di RSU dr Soetomo Surabaya, Senin (14/5/2018) malam. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perhatian Calon gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) terhadap peristiwa teror bom di Surabaya begitu besar.

Sebagai bentuk belasungkawa, Gus Ipul menyempatkan untuk menjenguk korban ledakan bom yang sedang dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya, Senin (14/5/2018) malam.

Gus Ipul datang usai menyelesaikan rangkaian kegiatan berkeliling Jawa Timur. Kedatangan Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode ini yang hanya ditemani sopir dan seorang teman tersebut hampir tak banyak diketahui pasien di RS tipe-A ini.

Setiba di RS, Gus Ipul langsung masuk ke ruang IGD, tempat pasien tersebut dirawat. Ada dua pasien korban Bom yang dirawat di lokasi ini.

Yakni Giri, korban dari Gereja Pantekosta Jalan Arjuna, dan Ahmad Nur Hadi, korban dari Gereja Santa Maria Tak Bercela jalan Ngagel.

Giri adalah security Gereja Pantekosta, sedangkan Ahmad adalah anggota Polri yang sedang berjaga di gereja tersebut. Saat Gus Ipul datang di ruangan, keduanya dalam keadaan sadar.

Ahmad masih belum dapat melihat. Sebab, kedua matanya yang baru saja dioperasi masih tertutup perban. Ahmad mengalami luka akibat serpihan bom, mulai kaki, tangan, hingga kepala.

Menariknya, saat mengetahui bahwa yang mengunjungi adalah Gus Ipul, Ahmad langsung memberikan laporan laiknya anggota polisi pada umumnya. Gus Ipul kemudian bertanya kepada anggota polisi tersebut.

"Sudah lama Pak Hadi jadi anggota (Polisi)?", tanya Gus Ipul.

"Siap. 1995," jawab Hadi tegas laiknya laporan polisi pada umumnya masih dalam kondisi terbaring.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help