WAGs Persebaya Surabaya

Devina Ferling, Tunangan Misbakus Solikin, Bonita sejak SD, Pelopor Koreo di Tribun Superfans GBT

Devina yang didaulat jadi eksekutor di tribun superfans sempat pesimis, karena penonton di tribun ini memiliki karakteristik berbeda

Devina Ferling, Tunangan Misbakus Solikin, Bonita sejak SD, Pelopor Koreo di Tribun Superfans GBT
istimewa
Devina Ferling, tunangan Misbakus Solikin 

SURYA.co.id | SURABAYA - Devina Ferling, bonita cantik asal Surabaya yang juga merupakan calon istri Misbakus Solikin, gelandang Persebaya Surabaya, ternyata memiliki peranan penting di Bajul Ijo.

Selain menjadi sumber 'Moodboster' Misbakus saat di dalam lapangan dan di luar lapangan, Devina juga merupakan Bonita sejati.

Dia tercatat sudah menjadi Bonita sejak 2000 silam atau ketika dia masih duduk di sekolah dasar. Menjadi Bonita membuatnya harus profesional dalam membagi hati pada sang kekasih dan juga klub kebanggannya.

Sehingga tak hanya mendukung Misbakus saat bermain saja, Devina juga sebagai salah satu pihak pelopor koreografi yang ada di tribun Superfans Stadion Gelora Bung Tomo (SGBT) saat lawan Arema FC, Minggu (6/5/2018) lalu.

Menariknya, hal itu terbilang sebagai torehan sejarah baru di SGBT dan juga di stadion-stadion yang ada di Indonesia. Karena biasanya koreo hanya dilakukan di tribun ekonomi saja.

"Jadi beberapa hari sebelum pertandingan lawan Arema FC itu, ada pembicaraan kalau di tribun superfans akan ada koreo. Dan awalnya saya pikir hanya guyonan. Ternyata pas pertandingan perlengkapannya sudah disiapkan teman-teman Bonek tribun kidul, dan mendadak eksekusi aja karena saat itu saya datang jauh lebih awal. Ternyata responnya alhamdulillah luar biasa," kata Devina Ferling, Senin (14/5/2018) malam.

Awalnya, Devina yang didaulat sebagai eksekutor di tribun superfans sempat pesimis, karena dirinya menilai tribun superfans memiliki karakteristik penonton yang berbeda dengan tribun ekonomi.

Penonton di sini kebanyakan ditempati orangtua serta anak-anak. Namun kenyataanya dirinya dibuat tercengang, karena yang awalnya hanya 5 orang yang ikut dalam koreonya akhirnya nyaris seluruh tribun superfans ikut berkoreo dengan membentuk tulisan 'SUROBOYO'.

"Awalnya pesimis, karena di tribun superfans banyak orangtua dan anak-anak yang mereka inginnyakan menikmati pertandingan bukan berkoreo, tapi ternyata mereka berespon dan ikut.Meskipun jauh dari sempurna seperti tribun-tribun lainnya, tapi ini memotivasi saya untuk melakukan itu lagi ke depan, tidak hanya saat big match tapi juga setiap pertandingan," ujarnya.

Bonita kelahiran Surabaya, 4 Juli 1993 itu menjelaskan, untuk laga ke depan dirinya dan rekan-rekan bonek yang duduk di tribun superfans akan menyiapkan gerakan lain, dengan koreo yang lebih mudah. Karena yang berada di tribun superfans tidak dapat diprediksi dan tidak dapat terencana seperti tribun lainnya.

Devina juga tak menutup kesempatan untuk bonek-bonek di tribun lainnya, apabila ingin menyumbangkan ide untuk membantu memelopori koreo di tribun superfans SGBT.

"Kami welcome pada semua yang ingin urun rembuk," jelas wanita yang mengambil kuliah jurusan ilmu komunikasi itu.

Pihaknya menilai, koreo di tribun superfans SGBT ini terbilang paling atraktif selama dia menjadi Bonita, sebab sebelumnya saat Persebaya bermain di Tambaksari, respon yang diberikan tak semriah di SGBT.

Penulis: Dya Ayu
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help