Berita Ekonomi Bisnis

Begini Upaya Bulog Jatim Jaga Harga Pangan Tetap Stabil Jelang Ramadan

Gerakan Stabilisasi Harga Pangan (GSHP) atas instruksi Perum Bulog Pusat sebagai upaya upaya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok .

Begini Upaya Bulog Jatim Jaga Harga Pangan Tetap Stabil Jelang Ramadan
surya/sugiharto
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jatim, M Fatah Yasin (dua dari kiri) melepas truk gerakan stabilisasi harga pangan di Kantor Bulog Jatim, Buduran Sidoarjo, Selasa (15/5/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan Umum (Perum) Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Timur melaksanakan Gerakan Stabilisasi Harga Pangan (GSHP) atas instruksi Perum Bulog Pusat sebagai upaya upaya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadan.

GSHP akan digelar di 20 titik pasar tradisional, 179 outlet RPK, 5 BUMN, 20 lokasi depan gudang/Kantor Subdivre dan 23 lokasi lainnya dan event (pasar murah, pasar rakyat, dan tempat keramaian lainnya yang memungkinkan kemudahan akses masyarakat).

"Untuk perdana, kami lepaskan enam armada untuk GSHP pada hari ini, ditujukan pada enam pasar di kota Surabaya," kata Muhammad Hasyim, Kepala Perum Bulog Divre Jatim, Selasa (15/5/2018).

Keenam pasar Surabaya dan Sidoarjo itu adalah Pasar Tambakrejo, Keputran, Genteng, dan Pasar Pucang Anom, Pasar Larangan dan Sukodono).

Komoditi yang disediakan terutama beras baik medium maupun premium, gula pasir, minyak goreng dan terigu.

"Namun juga dapat menyediakan pangan pokok lainnya sesuai kebutuhan dan permintaan pasar," tambah Hasyim, didampingi Fattah Yasin, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jatim.

Berdasarkan pantauan baik Siskaperbapo maupun data BPS, harga pangan pokok saat ini relatif stabil dengan pasokan yang masih normal. Namun demikian upaya stabilisasi harga pangan pokok tetap dilakukan sebagai upaya prefentif dan antisipatif.

"Stok komoditas pangan yang dikuasai oleh Perum Bulog saat ini sangat cukup, yaitu beras 227.462 ton, terigu 104.520 kg, minyak goreng 768.058 liter dan gula pasir 25.762 ton," ungkap Hasyim.

Saat ini Perum Bulog Divre Jatim juga tetap melaksanakan kegiatan move (pengiriman) baik beras maupun gula pasir ke 16 wilayah provinsi lain yang defisit.

Sejak bulan Januari 2018 sampai dengan saat ini, jumlah yang telah dikirim ke wilayah provinsi lain yaitu beras 63. 250 ton, gula pasir 7.536 ton, dan minyak goreng 813.600 liter.

"Kegiatan penyerapan gabah beras produksi dalam negeri di wilayah Jawa Timur juga tetap dilakukan dengan realisasi sejak Januari 2018 sampai dengan saat ini sebesar 208.193 ton setara beras. Rata rata penyerapan masih sebesar 3.000 sd 4.000 ton setara beras per hari," jelas Hasyim.

Sedang pelaksanaan Bansos Rastra tahun 2018 juga telah direalisasikan sebesar 115.411 ton atau telah mencapai 97 persen dan masih akan dilakukan penyaluran untuk pagu bulan berikutnya.

Perum Bulog Divre Jatim memiliki 13 Kantor Subdivre dan 56 komplek pergudangan yang
tersebar di seluruh Kabupaten/kota se-Jawa Timur dan saat ini juga telah siap mendistribusikan kebutuhan bahan pangan pokok, apabila sewaktu waktu dibutuhkan.

"Selain kegiatan GSHP, saat ini di seluruh wilayah Divre Jatim juga melaksanakan Operasi Pasar stabilisasi harga dan ketersediaan beras medium dengan menggunakan Cadangan Beras
Pemerintah (CBP). Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan mitra BULOG/non mitra pedagang beras, jaringan BUMN, RPK dan pihak lainnya yang memiliki visi yang sama untuk
menjaga stabilisasi harga beras medium," ungkap Hasyim.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help