Berita Banyuwangi

140 Anak Muda Ikuti Kompetisi Startup Agribisnis Banyuwangi

140 tim anak muda meramaikan kompetisi usaha rintisan agribisnis (Agribusiness Startup Competition), yang digelar Pemkab Banyuwangi.

140 Anak Muda Ikuti Kompetisi Startup Agribisnis Banyuwangi
surya/haorrahman
Salah satu komoditas perkebunan buah naga yang dikembangkan di Banyuwangi. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Sebanyak 140 tim anak muda meramaikan kompetisi usaha rintisan agribisnis (Agribusiness Startup Competition), yang digelar Pemkab Banyuwangi. Kompetisi yang khusus untuk anak muda agar terjun ke bisnis pertanian itu ternyata mendapat sambutan luar biasa.

"Ini di luar dugaan kami, ternyata banyak anak muda yang ingin dan sedang menggeluti bisnis pertanian. Terbukti dari banyaknya peserta yang mendaftar secara online,” ujar Kepala Dinas Pertanian, Arief Setiawan, Selasa (15/5/2018).

Banyuwangi Agribusiness Startup Competition terdiri dua kategori, yaitu business plan (perencanaan bisnis) dan bisnis rintisan yang sudah berjalan. Sebanyak 140 tim peserta itu terdiri atas 33 tim untuk bisnis rintisan yang sudah berjalan, dan 107 peserta mengajukan business plan. Mereka berebut hadiah modal kerja Rp100 juta.

Dalam kompetisi ini peserta telah mengirim proposal dan profil usaha sejak 31 April lalu. Selanjutnya, presentasi akan digelar 30 Juni, sedangkan grand final digelar 14 Juli mendatang.

Arief menambahkan, para peserta mengajukan diri untuk pengembangan usaha pertanian, seperti pupuk organik cair, produk olahan buah, aplikasi pertanian, hingga pengolahan peternakan dan perikanan.

”Mereka akan masuk sesi interview, mempresentasikan usahanya kepada juri, mulai rencana usaha, strategi pengembangan usaha, omset, hingga pemasaran,” jelas Arief.

Setelah interview, tim juri akan melakukan survei lapangan. Tim juri mengecek usaha yang diajukan peserta, baik yang rintisan ataupun yang tengah dirancang.

"Bagi pemenang, selain mendapatkan modal kerja, mereka mendapatkan mentoring program dari pakar keuangan, pemasaran kreatif, dan praktisi usaha pertanian sukses. Untuk peserta lainnya, tetap mendapatkan pendampingan pengembangan usaha dari praktisi bisnis yang bermitra dengan Pemkab Banyuwangi," jelas Arief.

Sejumlah peserta antusias menyiapkan diri dalam kompetisi ini. Salah satunya Intan Lestari Mulyaningtias. Dara lulusan S2 Universitas Negeri (UN) Malang ini ingin mengembangkan usaha bunga.

”Saya namai usaha ini Alas Kembang, kita ambil dari kebun bunga yang segera kami kembangkan di wilayah Songgon di kaki Gunung Raung," ujar dara 25 tahun itu.

Adapun Dani Setiawan dari Kecamatan Tegaldlimo mengembangkan olahan buah naga.

”Keluarga saya punya kebun buah naga. Karena harganya kerap fluktuatif panen, saya kepikiran mengolahnya menjadi produk baru bernilai lebih tinggi,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, kompetisi ini digelar untuk mengajak kaum muda terjun ke bisnis pertanian.

"Tren anak muda yang mau bisnis pertanian makin susut. Semuanya ingin jadi pegawai bank atau wiraswasta di bidang nonpertanian. Lewat ajang ini kami tunjukkan bahwa sektor pertanian bisa hasilkan banyak uang, misalnya dengan nilai tambah padi, kopi, hortikultura, dan sebagainya,” katanya.

Dia menambahkan, ini merupakan kompetisi pertama. Ke depan, Pemkab Banyuwangi akan melibatkan perbankan agar bisa ikut langsung memberi hadiah dan pinjaman bagi pemenang.

Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help