Bom Surabaya

Tokoh Lintas Agama Minta DPR RI Segera Sahkan UU Terorisme

Tokoh Lintas Agama di Surabaya mengeluarkan pernyataan sikap sebagai respon atas insiden bom bunuh diri di Surabaya. Ini desakan mereka...

Tokoh Lintas Agama Minta DPR RI Segera Sahkan UU Terorisme
surabaya.tribunnews.com/danendra kusumawardana
Para tokoh lintas agama di Surabaya menyampaikan pernyataan sikap sebagai respon atas serangan bom bunuh diri di 3 gereja di Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tokoh lintas agama dari GPPS Jl Arjuno, GKI Sinode Jawa Timur, Pastor Paroki Santa Maria Tak Bercela, PGI, PGLII, dan PCNU Jatim bersama sama membacakan 6 pernyataan sikap mengenai kasus bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya. 

Bertempat di di Gedung Sekolah Tinggi Alkitab Surabaya (STAS), Sawahan, Surabaya, Senin (14/5),  acara konferensi pers ini dibuka dengan doa bersama.

Tokoh-tokoh lintas agama tersebut merasa prihatin dengan kejadian pilu yang melanda kota Surabaya.

Perwakilan dari gereja yang menjadi sasaran bom bunuh diri menceritakan secara detail detik-detik sebelum peledakan tersebut terjadi. Raut Kesedihan terpancar saat para pendeta tersebut menceritakan kronologi kejadian.

"Saya memimpin ibadah saat peristiwa itu terjadi. Sesaat akan memulai nyanyian dan doa berkat, bunyi ledakan pun terdengar. Ada api dan asap hitam masuk gereja. Saya langsung mengimbau para jemaat untuk keluar," kata Jonathan Bintoro, pendeta GPPS Arjuno.

Setelah menceritakan suasana pasca kejadian ledakan, ia pun mengatakan dengan tegas bahwa tidak ada agama yg merestui radikalisme, semua agama mengajarkan kebaikan. 

Ke depan dia berharap pemerintah bisa menanggulangi masalah terorisme ini sehingga masyarakat tidak merasa takut dan khawatir lagi saat menjalankan ibadah.

"Masalah terorisme ini kami serahkan kepada Tuhan. Kami tetap mengampuni dan mendoakan. Tuhan akan menolong dan menguatkan umatnya," imbuhnya.

Romo Kurdo Irianto, Pastor Paroki Santa Maria Tak Bercela mengatakan bahwa tradedi ini adalah duka seluruh bangsa.

"Kami mengajak masyarakat untuk menolak dan menghentikan kekerasan seperti itu (terorisme), tidak hanya di tempat ibadah tapi dimanapun," katanya.

Halaman
123
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Akira Tandika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help