Pilkada 2018

Tim Khofifah-Emil Apresiasi Gerak Cepat Jokowi Tangani Teror Bom Surabaya

"Atas respons Pak presiden yang cepat hadir di Jawa Timur, kami memberikan respek. Padahal sehari sebelumnya beliau sudah semat ke Pasuruan."

Tim Khofifah-Emil Apresiasi Gerak Cepat Jokowi Tangani Teror Bom Surabaya
surya/fatimatuz zahro
Calon Gubernur Jawa Timur jomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa hadir dalam konsolidasi dan silaturahmi bersama relawan Barisan Gus Sholah, di Asrama Haji, Senin (14/5/2018). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Tim Pemenangan Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak mengapresiasi gerak cepat dan perhatian serta empati Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap peristiwa pengeboman di tiga gereja di Surabaya.

Sebagaimana disampaikan Juru bicara Khofifah-Emil Dardak, KH Zahrul Azhar As’ad, respon cepat itu dilakukan untuk mengembalikan suasana kondusif di Jawa Timur.

"Atas respons Pak presiden yang cepat hadir di Jawa Timur, kami memberikan respek. Padahal sehari sebelumnya beliau sudah semat ke Pasuruan tapi beliau kembali lagi ke Jawa Timur untuk menunjukkan rasa perhatian dan empatinya ke Jatim," kata pria yang akrab disapa Gus Hans, Senin (14/5/2018).

Gerak cepat sesuai dengan yang diharapkan dan dibutuhkan masyarakat. Bahwa negara hadir dalam situasi terguncang akibat teror bom.

"Kita berharap, mudah-mudahan Pak Jokowi membuat langkah-langkah positif dan strategis. Mungkin dengan merevitalisasi struktur yang ada, dalam hal yang bertanggung jawab berkaitan dengan keamanan," katanya.

Pihaknya juga berharap agar pemerintah segera mengesahkan UU Anti Terorisme. Sehingga bisa segera diberlakukan dengan baik. Di sisi lain, Gus Hans menilai, para pelaku pengeboman adalah orang-orang yang mendapatkan asupan keagamaan secara instan.

"Ketika asupan agama tak terserap sempurna karena diperoleh dengan cara instan, maka yang lahir adalah produk gagal yang justru menjadi beban agama," katanya.

Selain itu, peristiwa ini juga memunculkan fenomena baru, bahwa pelakunya bukan masyarakat perdesaan tapi urban (perkotaan). "Ini harus kita antisipasi dari sekarang, apakah pola pendidikan dan proses dakwah kita masih belum bisa mengena," katanya.

Bagi Gus Hans, situasi ini sekaligus menjadi koreksi bagi para kiai, pemuka agama, agar lebih konsentrasi dalam membangun jiwa kebangsaan masyarakat. Terlebih masyarakat haus untuk mendapatkan kiai-kiai yang memiliki jiwa kenegarawanan.

Saat ditanya, apakah pemahaman agama instan terjadi karena para kiai lebih sibuk berpolitik praktis, Gus Hans berharap agar peristiwa ini menjadi muhasabah bersama, tanpa harus saling menyalahkan.

Aksi keji terorisme itu juga dikutuk oleh Calon Gubermur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa. Saat diwawancara usai mengisi acara di ICBC Center Jalan Basuki Rahmat, ia mengajak semua warga Jawa Timur untuk waspada dan melakukan deteksi dini. Cara yang paling mudah adalah dengan mereviitalisasi RT melalui program siskamling.

"Iya, pagi ini kita kembaali harus prihatin dan mengutu aksi keji yang melanggar nilai kemanusiaan. Apapun motivasinya, negara harus tetap di jaga agar tetap aman. Yang ingin saya sampaikan adalah aktifkan kembali siskamling di tiap RT, agar jadi mendeteksi dini tindakan maupun orang yang mencurigakan," kata Khofifah.

Kewaspadaan terhadap ancaman teror bukan hanya sekedar bonnya, tapi akses terorisme itu sendiri yang membuat masyarakat menjadi takut dan resah. Sehingga penting menurut wanita yang juga Ketua umum PP Muslimat NU tersebut untuk dibangun lebih dalam dan lebih substantif.

"Sedeharanya siskamling butuh untuk dikuatkan kembali di tingkat RT RW. Jadi masing-masing masyarakat bisa identifikasi siapa yang ada di l]ngkungan terkecil tempat tinggal. Kalau bisa dilakukan, maka pencegahan dini dan deteksi ini bisa dilakukan, ada yang mencurigakan langsung dilaporkan," tambahnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help