Bom Surabaya

Satu dari Tiga Korban Ledakan Gereja Surabaya di RSUD Dr Soetomo Meninggal Dunia

Korban yaitu Martha Jumani (54) yang sempat tidak dikenali karena luka bakar hingga 98 persen.

Satu dari Tiga Korban Ledakan Gereja Surabaya di RSUD Dr Soetomo Meninggal Dunia
surya/ahmad zaimul haq
Polisi berjaga di sekitar lokasi ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jl Arjuno, Surabaya, Minggu (13/5/2018). Ledakan terjadi di tiga lokasi di Surabaya, yakni di Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), dan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela pada waktu yang hampir bersamaan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Korban ledakan dari Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) yang dirawat di RSUD Dr Soetomo.

Dari informasi yang dihimpun SURYA.co.id, korban meninggal, Senin (14/5/2018) pukul 01.00 dini hari.

Korban yaitu Martha Jumani (54) yang sempat tidak dikenali karena luka bakar hingga 98 persen.

Martha juga sempat dioperasi dan dirawat di ICU.

Sebelumnya, Mayawati (82) jemaat Gereja Santa Maria Tak Bercela telah meninggal setelah sempat pendarahan di dada dan dioperasi operasi.

Dan saat ini tinggal dua pasien yang dirawat di RSUD Dr Soetomo. Yaitu Ahmad Nurhadi (44), korban Ledakan Gereja Santa Maria Tak Bercela yang dirujuk dari RS Bedah Manyar.

Ahmad merupakan polisi yang bertugas di gereja dan juga anggota polsek Gubeng.

Ahmad mengalami luka bakar sebesar 20 persen dan kerusakan pada bagian mata karena serpihan ledakan.

Kemudian satu pasien lain, Giri (48) merupakan petugas keamanan GPPS yang dirujuk dari RS Bhayangkara.

Giri mengalami 78 persen luka bakar grade 2AB dan trauma inhalasi akibat menyedot asap, hingga datang dalam kondisi sesak.

Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan Medik RSUD Dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi menjelaskan semua pasien rujukan akibat ledakan, Minggu (13/5/2018) langsung dilakukan tindakan operasi sesuai kebutuhan.

"Karena masalahnya kompleks, satu pasien bisa ada 40 dokter yang menangani. Karena kami harus bekerja bersama," urainya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help