Ketua DPR RI Janji RUU Terorisme Rampung Mei

DPR RI berjanji akan menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Terorisme pada sidang kedua di bulan Mei ini.

Ketua DPR RI Janji RUU Terorisme Rampung Mei
facebook.com/suryaonline
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo memberikan keterangan pers usai bertemu Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Surabaya, Senin (14/5/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA – DPR RI berjanji akan menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Terorisme pada sidang kedua di bulan Mei ini.

Respons itu disampaikan setelah Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dan beberapa perwakilan komisi menggelar pertemuan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan pejabat kepolisian lain di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018) sore.

“DPR berkomitmen dalam masa sidang bulan Mei minggu pertama dan kedua, kami akan menyelesaikan RUU soal terorisme. Kami di komisi III dan I sepakat bahwa ini adalah kebutuhan yang mendesak dan harus dituntaskan,” kata Bambang, kepada wartawan di Surabaya.

Dengan RUU itu, kata dia, penegak hukum bisa menindak terduga teroris tanpa harus menunggu adanya tindakan yang mengancam. DPR juga mendorong agar kepolisian masuk ke sel-sel para teroris tanpa menunggu adanya tindakan dari mereka.

“Kalau ada kecurigaan, periksa, tangkap. Kalau tidak terbukti, lepas. (Kalau) terbukti, selkan,” tambah dia.

Menurutnya, selama ini penegak hukum terhambat oleh kondisi tersebut.

“Kalau ada pilihan, apakah HAM (Hak Asasi Manusia) atau menyelamatkan rakyat dan bangsa kita. Saya menganjurkan kita pilih menyelamatkan bangsa kita, rakyat kita, negara kita. Soal HAM kita bahas kemudian,” tambahnya.

Agar RUU Terorisme bisa disahkan sesuai rencana DPR RI, Bambang meminta agar pemerintah sepakat dengan DPR pada sidang-sidang yang akan datang. Selama ini, RUU tersebut lama disahkan karena ada perbedaan pendapat. Menurut Bambang, perbedaan itu terletak pada definisi terorisme.

“Seluruh pasal sudah selesai. Kita sudah selesaikan sehingga pemerintah tinggal mengajukan lagi hingga pekan depan. Sehingga bisa kita lanjutkan dan bisa tuntas pada Mei,” kata Bambang.

DPR RI juga mendorong agar penegak hukum mendeteksi para teroris yang purang dari Suriah. Menurut data yang ia dapat, ada sekitar 500.000 warga Indonesia yang ke Suriah. Di antara mereka, ada yang pulang kembali ke Indonesia. Sementara beberapa lain, meninggal dunia di sana. 

Baca: Pesan Inspiratif Dari Mahasiswa Palestina di Indonesia Terkait Teror di Surabaya

Baca: BREAKING NEWS - Marak Teror Bom, Laga Persebaya Vs Persib Bandung Ditunda

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved