Gereja Surabaya Dibom

Fatayat Jatim: Kedamaian Jatim Sedang Diuji oleh Pihak yang Tidak Ingin Indonesia Damai

Badan otonom perempuan Nahdlatul Ulama (NU), Fatayat, ikut menyampaikan kecaman terhadap aksi bom di Surabaya

Fatayat Jatim: Kedamaian Jatim Sedang Diuji oleh Pihak yang Tidak Ingin Indonesia Damai
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Ketua Tim Pemenangan pasangan Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas, Hikmah Bafaqih (kiri), dan Sekretaris Tim Pemenangan, Sri Untari, usai melakukan pertemuan di Surabaya, Selasa (5/12/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Badan otonom perempuan Nahdlatul Ulama (NU), Fatayat, ikut menyampaikan kecaman terhadap aksi bom di Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jatim mengutuk keras kejadian tersebut. "Kami mengutuk dan menyesalkan serangan brutal bom di beberapa gereja di Surabaya," kata Ketua PW Fatayat NU Jatim, Hikmah Bafaqih, Minggu (13/5/2018) di Surabaya.

Ia menambahkan, kedamaian di Jawa Timur yang selama ini terjaga tengah diuji.

"Jawa Timur sedang diuji oleh mereka yg berpikiran sempit dan tidak menginginkan Indonesia damai dan kondusif," kata Hikmah.

Pihaknya juga menyampaikan duka yang mendalam kepada korban dan keluarganya.

"Semoga mereka tetap diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini," harap Hikmah.

Pihaknya berharap hal ini menjadi titik balik penting bagi seluruh masyarakat Jatim untuk meningkatkan kewaspadaan.

Di antaranya, dengan membangun early warning system atas kejadian radikal ekstrem berbasis kearifan lokal.

"Serta, tetap menguatkan kebersamaan dan komunikasi aktif antarummat beragama.Semoga Allah SWT, Tuhan yg Maha Pengasih tetap memberikan kekuatan kepada kita semua utk tetap menjaga kedamaian di bumi Indonesia, amin," imbuhnya.

Fatayat NU Jatim berharap masyarakat tetap tenang dan terus menjaga kebersamaan antarummat yang selama ini sudah terjaga dengan baik.

"Kami mengajak masyarakat untuk menyerahkan penyelesaian kasus ini kepada aparat penegak hukum," lanjut Hikmah.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved