Grahadi

Pilkada 2018

Emil Ajak Warga Jatim Bersatu Lawan Aksi Terorisme

Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Emil Elestiano Dardak turut menyikapi tragedi serangan bom di tiga gereja di Surabaya

Emil Ajak Warga Jatim Bersatu Lawan Aksi Terorisme
surya/istimewa
Emil Elestianto Dardak, cawagub nomor urut 1 sambangi kesenian bantengan hingga dalam acara Rembugan Mas Emil dan Warga Pacet di Pacet, Mojokerto, Senin (30/4/2018). 

SURYA.co.id | Surabaya - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Emil Elestiano Dardak turut menyikapi tragedi serangan bom di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi.

Menurut Emil, serangan bom ini sangat keji. Bahkan ia juga mengutuk dengan keras aksi radikalisasi berupa perusakan tiga lokasi gereja dalam waktu hampir bersamaan.

Yakni pertama di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Jl Ngagel Madya pukul 06.30 WIB, disusul ledakan bom di GKI Jl Diponegoro pukul 07.30 Wib dan ledakan berikutnya di Gereja Pantekosta Jl Arjuno Pukul 07.53 WIB.

Serta Emil menyatakan ikut prihatin dan ikut berduka sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban jiwa yang meninggal, menderita luka-luka dan dampak psikis yang mendalam yang dialami para korban, keluarga, handai taulan dan sesama umat beragama serta sesama anak bangsa,

"Aksi radikalisme dan kekerasan dalam bentuk apapun, apakah berlandaskan ideologi atau kepentingan pragmatisme apapun adalah perbuatan terkutuk. Terlebih terhadap simbul agama dan umat beragama apapun di negeri ini," kata Emil.

Sebab, menurut Bupati Trenggalek yang sedang cuti itu, ajaran agama apapun sejatinya melarang dan tidak memberi ruang ideplogis maupun praksis kekerasan terjadi, terlebih mengatas namakan simbul atau umat beragama manapun.

Mengapresiasi kerja-kerja aparat di lapangan dan mempercayakan sepenuhnya upaya penanganan dan pemulihan keamanan penanganan para korban serta penciptaan kordisi yang kembali kondusif kepada pihak-pihak terkait seperti aparat Kepolisian, TNI , Badan Intelijen Negara dan seluruh stakeholders terkait lainnya.

"Di sisi lain saya merasa perlunya pelibatan instrument penting dalam masyarakat Jawa Timur mulai tokoh lintas agama, relawan sosial lintas agama, lintas partai, instrumen kebudayaan, kalangan perguruan tinggi, komunitas anak-anak muda dan simbol-simbul perekat harmoni sosial di masyarakat di Jawa Timur," tegasnya.

Tak lupa ia mengapresiasi kerja-kerja media massa dalam memberikan informasi dan perkembangan terbaru kepada masyarakat atas tragedi kemanusiaan ini.

Denfan begitu diharapkan menciptakan rasa keprihatinan bersama dan solidaritas sesama anak bangsa untuk mengutuk sekaligus menghadirkan sikap awas dan waspada terhadap segala macam potensi kerawanan social, terutama potensi terjadinya kembali aksi kekerasan serupa.

Meski begitu ia meminta seluruh elemen masyarakat di Jawa Timur termasuk masyarakat di sosial media untuk menebar rasa optimisme.

Alih alih menebar kegelisahan, menurut Emil lebih baik menggalang solidaritas persatuan antar umar beragama dan sesama anak bangsa untuk bersatu melawan dan tidak takut atas segala teror dan ancaman yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Terlebih di era digital arus informasi begitu deras. Maka ia meminta ada semua pihak agar tetap selektif dalam menyerap segala macam informasi.

"Penting menolak segala bentuk berita palsu alias berita hoax dan segala macam ujaran kebencian serta provokasi yang merusak kerukunan, keguyuban dan harmoni antar umat agama, dan sesama anak bangsa di Jawa Timur," pungkas Emil.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help