citizen reporter

Meriah Arak-arakan Manten Tebu

Manten tebu menjadi pembuka ritual buka giling di pabrik gula. Pesta rakyat menjadi ciri saat pabrik gula mulai menggiling padi.

Meriah Arak-arakan Manten Tebu
ist

Menyambut datangnya buka giling di Pabrik Gula (PG) Redjosarie menjadi tradisi tahunan masyarakat Goranggareng, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan.

Buka giling merupakan sebutan bagi dimulainya proses pembuatan gula tebu yang diawali dengan pemetikan tebu di PG Redjosarie.

Setiap tahun pabrik gula yang sudah berdiri sejak1890 itu rutin mengadakan kegiatan buka giling. Seperti halnya pabrik gula lainnya, tradisi buka giling menjadi agenda tahunan yang rutin diadakan menjelang penggilingan tebu.

Terdapat serangkaian acara penting pada saat dimulainya buka giling. Rangkaian acara yang dimulai dengan diadakannya pasar malam hingga manten tebu di area Pabrik Gula Redjosarie itu selalu dinanti-nanti masyarakat sekitar baik yang tua maupun muda turut memeriahkan.

Pasar malam biasanya selalu digelar di antara April hingga Mei setiap tahun, karena dalam bulan itu merupakan waktu yang tepat untuk melakukan penggilingan tebu. Puncak acara yang sakral dan ditunggu-tunggu masyarakat adalah prosesi manten tebu yang berlangsung Kamis (10/5/2018).

Tradisi itu menjadi unik karena banyak ritual yang harus dilakukan selama prosesi manten tebu berlangsung.

Di antaranya adalah menikahkan sepasang tanaman tebu laki-laki dan perempuan selayaknya pengantin, menanam kepala kerbau di area penggilingan tebu, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan selamatan bersama yang diikuti para tamu hingga karyawan pabrik.

Harry Kuncoro, Direktur PG Redjosarie mengatakan, tradisi itu digelar sebagai wujud rasa syukur atas akan dilaksanakannya penggilingan gula di tahun ini. Itu sekaligus memohon berkah kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar dilancarkan dalam proses penggilingan tebu.

Tebu yang digiling berasal dari tanaman tebu rakyat yang menjadi bagian dari perkebunan tebu milik PG Redjosarie. Pemetikan tebu yang dijadikan manten tebu dilakukan di perkebunan tebu yang berada di Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran, dan kemudian diarak ke PG Redjosari.

Berbagai tamu undangan penting turut hadir dalam acara itu di antaranya perwakilan dari PTPN Surabaya, Bupati Magetan, hingga tokoh masyarakat setempat.

Tidak lupa dalam prosesi manten tebu juga dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian Reyog Ponorogo yang turut menjadi magnet bagi masyarakat yang hadir.

Serangkaian acara buka giling yang dimulai sejak Sabtu (21/4/2018) lalu diakhiri dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk, Kamis (10/5/2018) dengan dalang Ki Cahyo Kuntadi dari Tulungagung.

Riski Putri Utami
Kecamatan Kawedanan, Magetan

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help