Gereja Surabaya Dibom

Aloysius Bayu, Korban Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya Adalah Aktivis Karang Taruna

Salah satu korban meninggal dunia dalam serangan bom bunuh diri di Surabaya adalah Aloysius Bayu, pemuda Katolik yang juga aktivis Karang Taruna

Aloysius Bayu, Korban Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya Adalah Aktivis Karang Taruna
FACEBOOK
Aloysius Bayu Rendra Wardhana 

SURYA.co.id I SURABAYA - Aloysius Bayu Rendra Wardhana, salah satu korban meninggal dunia dalam serangan bom bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Surabaya, Minggu (13/5/2018) dikenal ramah dan sangat aktif di karang taruna tempat dia tinggal, Gubeng Kertajaya 1, Surabaya.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu tetangga Bayu, Ratna.

Menurut Ratna, Bayu dikenal sebagai sosok yg sangat baik, suka membantu tetangga, dan sangat ramah.

"Baik banget mas, dia aktif juga di karang taruna desa ini, kalo bantu juga gak setengah-setengah," ungkap Ratna.

Ditambahkannya, Bayu selalu menyapa orang saat lewat di jalan areal desa.

"Ramah juga mas, selalu nyapa kalo lewat depan sini, tadi pagi saja waktu mau berangkat ke Gereja masih nyapa saya di depan sini," ucap Ratna, sambil menunjuk teras rumah yang ada di depannya.

Bayu dikenal aktif di karang taruna, tak jarang banyak teman-temmannya sering kumpul di rumah Bayu.

"Biasanya teman-teman karang taruna kumpul di rumahnya, dia sangat banyak temannya," ungkap Ratna.

Baca: Aksi Aloysius Bayu, Pahlawan yang Halangi Teroris Masuk Gereja, Relakan Tubuh Hancur Dibom

Baca: Kesaksian Juru Parkir GKI Diponegoro yang Melihat Detik-detik Bom Meledak

Baca: Pelaku Serangan Bom di Tiga Gereja di Surabaya Ternyata Satu Keluarga

Bayu dikenal sebagai penggerak karang taruna ditempat dia tinggal, Gubeng Kertajaya.

"Aktif, setiap kegiatan karang taruna dia yang mengaktifkan, di gereja dia juga menjadi muda-mudi," terangnya.

Apalagi menurut Ratna, Bayu dan keluarganya murupakan salah satu warga yang sudah lama tinggal di Kertajaya.

"Dia dan keluaraganya termasuk keluarga yang sudah lama tinggal disini, keluarganya disini banyak, utamanya di gang sini, dikenal baik-baik," terang Ratna.

Ratna berharap kejadian ini tidak menumbulkan gejolak di tingkat masyarakat, dan tidak terulang, sehingga tidak terdapat korban-korban selanjutnya.

"Sebagai warga Surabaya, saya berharap kejadian ini tidak menimbulkan gejolak dan dendam, sehingga tidak akan ada korban-Korban lagi, cukup diambil pelajaran," pungkas Ratna.

Baca: Pelaku Serangan Bom Bunuh Diri 3 Gereja di Surabaya Masuk Jaringan JAD

Baca: Kronologi Serangan Bom Bunuh Diri di Gereja GKI Diponegoro Surabaya

Penulis: Khairul Amin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help