Citizen Reporter

Pedas-Nikmat Mangut Lele Mbah Marto

Silakan ambil makanan langsung di dapur sambil melihat proses memasak menggunakan tungku. Asap tungku menjadi bumbu penyedap.

Pedas-Nikmat Mangut Lele Mbah Marto
ist

Yogyakarta menjadi kota yang unik dengan kekhasan kulinernya. Salah satu kuliner yang sedang digandrungi selain gudeg adalah mangut. Mangut terbuat dari ikan atau ayam yang dimasak bersama santan kental dan rempah-rempah.

Ketika berkunjung ke Yogyakarta selama beberapa hari dan ingin mencari kuliner yang unik, smartphone menjadi andalan. Karena bosan dengan makanan yang dipesan melalui aplikasi daring, akhirnya didapat info dari Twitter tentang mangut yang melenakan.

Postingan Bambang Pamungkas membuat penasaran. Ia menyarankan untuk mendatangi Mangut Lele Mbah Marto.

Itu wajib dicoba! Meski lokasinya di pinggiran, mangut lele tetap dicari.

Mangut Lele Mbah Marto berada di daerah Bantul. Itu dapat ditempuh sekitar 30 menit dari tengah kota Yogyakarta. Lokasinya cukup sulit dicari karena harus masuk ke beberapa gang. Itu pun ditambah beberapa kali bertanya ke warga setempat karena Google Maps yang diandalkan hanya mampu mendeteksi lokasi hingga depan gang.

Mangut Lele Mbah Marto berada di sebuah rumah sederhana. Semua dipersilakan masuk ke dapur dan mengambil makanan sendiri. Dengan demikian, pengunjung juga bisa melihat langsung proses memasak tradisional dari proses pengulekan bumbu, memasak dengan luweng (tungku masak), wajan, dan panci dengan ukuran sangat besar.

Cara memasaknya masih menggunakan kayu bakar. Kesan sederhana pun semakin kuat ketika pengunjung disapa dengan asap-asap dari poses memasak. Justru aroma asap itu menjadi nilai plus.
Mengambil nasi dan lauk sendiri serasa makan di rumah. Harganya cukup terjangkau, hanya sekitar Rp 20 ribu untuk seporsi nasi, mangut lele, dan sayur.

Kekhasan Mangut Lele mbah Marto adalah proses memasaknya. Lele yang dimasak adalah lele asap, sehingga menambah aroma khas. Mangut biasanya disajikan dengan pedas. Kali ini pedasnya membuat ketagihan.

Jika tidak suka pedas, bisa mencoba menu lain. Ada gudeg, lodeh tahu-tempe, dan pepes. Gudegnya juga unik karena dicampur dengan daun pepaya.

Di sepanjang dinding terpajang foto-foto artis yang pernah mendatangi Mangut Lele Mbah Marto. Ada Mona Ratuliu, Bembi Romeo, Bambang Pamungkas, dan Guruh Soekarno Putra. Ada juga foto almarhum Bondan Winarno penyuka kuliner yang dikenal dengan istilah Mak Nyus. Masih banyak lagi foto artis lainnya.

Yang berkunjung ke Yogyakarta, Mangut Lele Mbah Marto jangan dilewatkan. Sampai sekarang, nikmat dan pedasnya masih terbayang.

Raras Kartika Sari
Dosen IKIP Budi Utomo Malang

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help