Citizen Reporter

Ini Wisata Basah, Susur Sungai Coban Perawan

Tengok sekitar dan pikirkan apa yang bisa dibenahi agar lingkungan mendatangkan pengunjung. Ekonomi desa pun terimbas.

Ini Wisata Basah, Susur Sungai Coban Perawan
ist

Coban Perawan, itulah nama unik gua yang terletak di Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Belum banyak orang yang mengetahui wisata gua itu karena gua itu memanglah wana wisata baru.

Selain itu, kurangnya publikasi dan tata kelola tempat wisata oleh masyarakat Desa Sidodadi membuat wisata susur Gua Coban Perawan kurang dieksplorasi para wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Malang. Oleh karena itu, kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang yang berposko di Dusun Umbulrejo, Desa Sidodadi survei ke gua itu, Minggu (15/4/2018).

Kegiatan itu merupakan salah satu rangkaian program KKN dalam Perintisan Wana Wisata Susur Gua Coban Perawan. Program perintisannya antara lain pemberian petunjuk arah ke tempat wisata, pemberian ikon nama tempat wisata, dan manajemen tata kelola tempat wisata.

Survei pertama yang dilakukan adalah penentuan lokasi pemasangan petunjuk arah. Itu dipasang pada 10 titik strategis di area jalan menuju lokasi wisata.

Selanjutnya menuju ke lokasi wisata Gua Coban Perawan dengan didampingi Hadi selaku Ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), pengelola wisata di Desa Sidodadi. Ia menjelaskan, rencananya akan dibangun sarana-prasarana di lokasi tempat wisata Gua Coban Perawan.

“Akan ada kolam renang, spot foto, tempat pembayaran tiket, dan sarana pendukung lainnya. Saat ini yang sudah diwujudkan adalah toilet umum,” katanya.

Akses jalan menuju ke lokasi wisata cukup terjal, karena pembangunan infrastruktur jalan desa belum sepenuhnya optimal. Jalan makadam harus dilalui sekitar 1 km dari posko KKN. Untuk memasuki Gua Coban Perawan diperlukan baju pelampung, head lamp, dan helm.

Pada 2013, gua itu ditelusuri tim ekspedisi harapan Bajulmati/Lapen Adventure. Disebut Coban Perawan karena stalagtit yang ada di gua berbentuk payudara mulai akil balik sampai lansia, yang berada di 10 meter setelah mulut gua. Ada juga stalagmit berbentuk menyerupai kelamin laki-laki.

Kepala Desa Sidodadi menyampaikan, Gua Coban Perawan diproyeksikan menjadi destinasi wisata unggulan. Itu sebabnya perlu manajemen tata kelola tempat wisata yang baik agar semakin banyak wisatawan yang berkunjung dan tentu saja dapat meningkatakan perekonomian masyarakat desa.

M Nur Asyari
KKN Universitas Negeri Malang

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help