Berita Madiun

Di Madiun, Cak Nun Minta Tragedi Mako Brimob Jangan Menumbuhkan Dendam Baru

Cak Nun meminta tragedi di Mako Brimob jangan menumbuhkan dendam baru dan kesalahpahaman yang akan memecah belah bangsa.

Di Madiun, Cak Nun Minta Tragedi Mako Brimob Jangan Menumbuhkan Dendam Baru
surya/rahadian bagus
Sinau bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng yang digelar Polres Madiun yang dihadiri ribuan jamaah Kiai Kanjeng itu berakhir sekitar pukul 00:00 WIB. 

SURYA.co.id | MADIUN - Budayawan Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun meminta agar tragedi di Mako Brimob jangan menumbuhkan dendam baru dan kesalahpahaman yang akan memecah belah bangsa serta Bhinekanya Tunggal Ika.

"Beliau yang anumerta lima orang itu pasti kita doakan, prihatinkan dan keluarganya kita support. Tetapi jangan menghasilkan dendam dan kesalahpahaman yang menambah pecah belah Bhinekanya Tunggal Ika. Kita harus sinau bareng," ujar Cak Nun disela-sela Tabligh Akbar, Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng di Lapangan Tri Brata Polres Madiun, Jumat ( 11/5/2018) malam.

Tokoh intelektual ini menilai, tragedi kerusuhan yang terjadi di rutan Mako Brimob merupakan perilaku gentho (preman). Ia meragukan kerusuhan dan kekejaman di Mako Btimob dilakukan seorang teroris.

"Apakah perilaku seperti itu perilaku teroris. Apakah bukan perilaku gentho-gentho saja. Sebab, teroris biasanya lebih profesional, lebih cool dan dia dalam tradisinya tidak pernah melakukan kekejaman sampai seperti itu," katanya.

Dia menuturkan, kondisi 155 narapidana teroris tidak bisa disamaratakan. Sebab, para teroris masing-masing memiliki latar belakang yang berbeda.

"Jadi dari 155 itu yang sebenarnya benar-benar teroris dan asal usulnya jelas apakah itu Al Qaida, ISIS, Hamas, afiliasi ikhawanul muslimin atau lulusan Afganistan harus dionceki (dipilah). Supaya kita tidak gebyah uyah (menyamaratakan)," kata Cak Nun.

Cak Nun mengimbau agar Polri merunut asal muasal para teroris sehingga tidak menambah musuh lagi. Tak hanya itu, orang yang dianggap musuh bahkan tega membunuh harus dipahami apa penyebabnya.

"Jadi misalnya kepada Polri ayo diurut kaline teko ngendi (asal muasalnya darimana) supaya tidak nambahin musuh lagi. Termasuk memahami musuh yang dianggap musuh yang bahkan membunuh kita coba pahami apa sebabnya," jelas Cak Nun.

Cak Nun menambahkan kuncinya baik Polri atau pemerintah secara keseluruhan maupun rakyat agar tidak menyamaratakan. Bila tidak maka hasilnya kebencian dan dendam akan bermunculan lagi.

Sementara itu, Kapolres Madiun, AKBP I Made Agus Prasatya, menyatakan jajaran Polres Madiun juga menggelar salat gaib untuk mendoakan lima anggota polisi yang gugur dalam kerusuhan di Rutan Cabang Salemba, Mako Brimob.

Agus menuturkan Tabligh Akbar dan Sinau Bareng Cak Nun merupakan bagian dari upaya Polres Madiun mengajak warga menjaga kondusifitas pada masa Pilkada 2018 Madiun dan Jatim.

Turut hadir dalam acara itu Danlanud Iswahyudi, Dandim 0803 Madiun, Danrem 081/DSJ Madiun, Forkopimda Kabupaten Madiun, Ketua MUI, Ketua PCNU, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Madiun, Ketua KPU Madiun, Ketua Panwaslu Madiun, tokoh agama, tokoh masyarakat.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved