Berita Banyuwangi

Bupati Anas Dorong Iksass Kembangkan Pendidikan di Banyuwangi

"IKSASS sebagai salah satu jaringan alumni pesantren yang cukup besar harus menjadi pendorong utama di sektor pendidikan"

Bupati Anas Dorong Iksass Kembangkan Pendidikan di Banyuwangi
SURYAOnline/Haorrahman
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, saat musyawarah besar (Mubes) ke-IX IKSASS Banyuwangi di PP Darussalam, Kalibaru, Banyuwangi 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mendorong Ikatan Santri Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Safiiyah Situbondo (IKSASS) Cabang Banyuwangi untuk terlibat aktif dalam pengembangan pendidikan di Banyuwangi.

"IKSASS sebagai salah satu jaringan alumni pesantren yang cukup besar harus menjadi pendorong utama di sektor pendidikan," ungkap Anas, saat musyawarah besar (Mubes) ke-IX IKSASS Banyuwangi di PP Darussalam, Kalibaru, Banyuwangi.

Alumni Salafiyah Syafiiyah, lanjut Anas, banyak yang memiliki kompetensi yang memadai untuk menjadi penggerak di bidang pendidikan. Baik pendidikan agama maupun non-agama, baik formal maupun non-formal.

"Dari pendidikan keagamaan, Salafiyah Syafiiyah tak lagi diragukan kualitasnya sebagai pesantren besar di Jawa Timur. Begitu pula pendidikan umumnya. Dengan peresmian Universitas Ibrahimy, menjadi penanda penting pendidikan yang komprehensif," papar Anas.

Lebih lanjut Anas meminta, IKSASS bersama pemerintah menjadi inovator di tengah berbagai problema pendidikan agama.

"Saat ini, anak mondok tidak seperti dulu yang cukup lama. Namun masanya mengikuti lama waktu sekolahnya yang rata-rata hanya tiga tahun. Ini perlu inovasi pendidikan keagamaan yang lebih ringkas," terangnya.

Inovasi dalam pengajaran ilmu gramatika bahasa Arab (nahwu dan shorof) menjadi sesuatu yang dicontohkan Anas. Dengan penguasaan gramatika bahasa Arab yang kuat, bisa menjadi pintu gerbang untuk menguasai khazanah keagamaan yang lebih luas.

Selain itu, Anas juga meminta kepada segenap anggota IKSASS untuk terlibat aktif di dalam berdakwah di media sosial. Medsos saat ini menjadi elemen penting manusia untuk mencari referensi. Termasuk dalam masalah keagamaan.

"Pesantren dengan dakwahnya yang moderat dan nasionalistik, perlu merambah dunia medsos. Jangan sampai youtube, facebook, instagram, twitter dan lain sebagainya dikuasai okeh ajaran-ajaran Islam yang syarat kebencian dan menebar permusuhan," harapnya.

Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help