Bisnis

Pasar Eskpor Sedang Sepi, Molindo Pilih Investasi Untuk Internal

Pabrik ethanol PT Molindo Raya Industrial (MRI) di tahun 2018 ini memilih melakukan langkah bisnis invetasi untuk kebutuhan internal perusahaan.

Pasar Eskpor Sedang Sepi, Molindo Pilih Investasi Untuk Internal
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Direktur Utama MRI, Arief Goenadibrata (tiga dari kiri) saat menunjukkan replika pengolahan dari berbagai produk dari PT MRI, Jumat (11/5/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pabrik ethanol PT Molindo Raya Industrial (MRI) di tahun 2018 ini memilih melakukan langkah bisnis invetasi untuk kebutuhan internal perusahaan.

Hal itu dilakukan dengan membangun Vinase Boiler, mesin penghasil uap (boiler) yang bahan bakarnya menggunakan kombinasi batu bara dan vinase (waste/limbah produksi ethanol).

Direktur Utama MRI, Arief Goenadibrata, mengakui bahwa saat ini pasar sedang stagnan.

"Pasar ekspor dalam beberapa tahun terakhir mengalami pelemahan. Pasar lokal juga terimbas, namun masih terus didorong untuk bisa mengalami peningkatan," kata Arief di sela kegiatan ground breaking pembangunan vinase boiler di komplek pabrik yang berada di kawasan Lawang, Kabupaten Malang, Jumat (11/5/2018).

MRI merupakan industri yang memiliki aneka produk. Mayoritas adalah ethanol dengan bahan dasar molases, limbah tetes tebu dari Pabrik Gula (PG). Sehingga bisa dimanfaatkan untuk makanan dan minuman (food grade). Kemudian pupuk organik dan kimia yang dipasarkan dengan merek sendiri maupun menyuplai pupuk untuk PT Petrokimia Indonesia dengan holding-nya Pupuk Indonesia. Juga gas melalui anak perusahaan PT Molindo Inti Gas untuk produk CO2 dan dry ice yang juga food grade.

"Pasar makanan dan minuman masih akan selalu tumbuh. Karena itu kami banyak bermain di produk untuk food grade," jelas Arief.

Sementara untuk pembangunan vinase boiler, pihaknya melakukan investasi dengan jumlah yang mencapai ratusan miliar. Arief enggan mengungkapkan nilai pastinya, namun jumlah itu dipastikan akan memberi nilai lebih bagi perusahaan.

"Antara lain mampu mengurangi penggunaan bahan bakar batu bara. Saat ini, penggunaan batu bara di pabrik mencapai 100 persen dan dengan operasionalnya vinase boiler, penggunaan batu bara bisa ditekan hingga 50 persen," jelas Christian Gunawan, Kepala Engginerring proyek vinase Boiler PT MRI.

Setelah ground breaking, pembangunan kontruksi vinase boiler akan dimulai di semester II/2018. Targetnya akan selesai di awal tahun 2019.

"Selanjutnya vinase boiler ini dengan bahan baku limbah hasil produksi ethanol bersama sebagian limbah batubara, diolah dalam boiler vinase dan menghasilkan listrik," lanjut Christian.

Listrik yang dihasilkan diprediksi bisa mencapai 4,9 Mega Watt (MW). Jumlah itu sama dengan kebutuhan dari operasional pabrik. Selama ini, kebutuhan bahan bakar di pabrik masih disuplai dari listrik PLN dan batubara.

"Boiler vinase ini akan sangat mendukung eksistensi industri ethanol. Yaitu efisiensi, energi dan effluent," tandas Christian.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help