Citizen Reporter

Ilmu Baru dari Tetangga

Ilmu wirausaha bisa didapat dari mana saja. Pelaku wirausaha harus terus mencari ilmu supaya produknya menjadi lebih diminati.

Ilmu Baru dari Tetangga
ist

Bagi pelaku wirausaha baru, aktif mengikuti pelatihan merupakan hal yang mutlak diperlukan. Bukan hanya karena masih minimnya ketrampilan teknis, melainkan kebutuhan berinteraksi dengan sesama wirausaha untuk berkembang itu juga penting.

Selain itu, berkonsultasi dengan instruktur yang berpengalaman dan kompeten juga turut memberikan sumbangsih dalam ranah berpikir. Pelaku wirausaha dapat berkarya pada penciptaan produk andalan mereka.

Hal itu tampak dalam kegiatan pelatihan mutu rengginang yang diselenggarakan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kota Probolinggo, Senin–Rabu (23–25/4/2018). Peserta Pelatihan yang terdiri atas 20 anggota Kelompok Usaha Bersama (Kube) Azzahra.

Kube di Kelurahan Jrebeng Lor itu cukup antusias mengikuti berbagai informasi dan arahan instruktur pelatihan dari Kabupaten Jombang. Apalagi Kube mulai berbadan hukum pada awal Maret 2018, sehingga kegiatan ini sangat memotivasi mereka untuk berkembang lebih baik.

Meskipun produksi utama dari Kube adalah rengginang, proses pembuatan dan peralatan para wirausaha ini memiliki kesamaan. Dengan adanya pelatihan ini mereka mendapatkan informasi baru mengenai teknik pembuatan juga pemilihan bahan yang tepat untuk mendapatkan tekstur lebih renyah, gurih, dan rasa yang nikmat pula.

“Di sini kami baru mengetahui, selain kualitas terasi dan udang harus baik, juga perlu diperhatikan pemilihan tepung maizena dan minyak goreng. Selama ini, kami memakai tepung dan minyak seadanya tanpa mengetahui ternyata itu cukup memengaruhi produk kami,” tutur Siti Aisyah, Ketua Kube Azzahra.

Peserta lain juga baru mengetahui jika teknik penghalusan bumbu dan udang harus dilakukan terpisah, baru kemudian dicampur sesuai dengan takaran. Tujuannya adalah mempermudah menentukan cita rasa pada setiap takaran resep, agar lebih terukur, seragam, dan konsisten. Selama ini mereka langsung saja mencampur bahan yang ada tanpa mengetahui kelemahan dan kekurangannya.

Nur Rahmat, Kasi Agro menekankan pentingnya kontinuitas produksi setelah mendapatkan pelatihan. Ia berharap para peserta pelatihan dapat terus berproduksi.

“Jangan sampai berhenti apalagi gulung tikar. Mengenai pemasaran, sebisa-bisanya kami membantu memfasilitasi dengan memasarkan di Pusat Oleh-oleh Kota Probolinggo,” katanya.

Selain proses produksi, peserta juga berlatih mengemas dan mempelajari informasi label produk yang benar dan tepat. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi enam bulanan untuk menilai produktivitas IKM setelah mendapat fasilitas pelatihan.

Irma Fitri Nuraini
Penyuluh Perindag Kota Probolinggo

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help