Berita Jember

Gelar Pameran Produk Pangan, Ini Inovasi yang Diusung FTP Universitas Jember

Gelar produk ini dilakukan untuk turut mendukung ketahanan pangan bangsa Indonesia dengan memanfaatkan segala bentuk sumber daya pangan lokal.

Gelar Pameran Produk Pangan, Ini Inovasi yang Diusung FTP Universitas Jember
surya/erwin wicaksono
Gelar produk inovasi mahasiswa Food Technologi Innovation For a Better Life di halaman depan double way Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (11/5/2018). 

SURYA.co.id | JEMBER -  Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember (Unej) menggelar produk inovasi mahasiswa, di halaman depan double way Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (11/5/2018). Acara kali ini mengusung tema Food Technologi Innovation For a Better Life.

Gelar produk ini dilakukan untuk turut mendukung ketahanan pangan bangsa Indonesia dengan memanfaatkan segala bentuk sumber daya pangan lokal.

Ketua Prodi Teknologi Hasil Pertanian (THP) FTP Unej, Ahmad Nafi' S TP MP, mengatakan program yang diselenggarakan tiap tahun ini diperuntukkan bagi kalangan mahasiswa semester enam yang sudah menempuh mata kuliah Pengembangan Produk Baru, khususnya pangan lokal.

“Gelar produk ini dalam rangka mendukung ketahanan pangan Indonesia dan juga akhir dari proses perkuliahan selama satu semester. Karena dalam proses perkuliahan mahasiswa telah belajar mengenai bagaimana cara membuat produk baru dengan melakukan pengembangan proses dan teknologi khususnya pada tanaman pangan lokal,” kata Nafi’.

Nafi’ menuturkan mahasiswa juga telah mempelajari bagaimana menghitung kandungan nutrisi dari produk yang akan dibuat menggunakan bahan makanan lokal.

Selain itu, mahasiswa juga wajib melakukan analisis bisnis serta menentukan harga dari sebuah produk yang mereka buat sebelum membuat produk baru.

“Tahun ini ada 32 produk inovasi pangan lokal yang dipamerkan dan kegiatan ini sekaligus tes pasar. Melalui kegiatan ini para mahasiswa akan mendapatkan masukan mengenai kelayakan produk inovasi mereka untuk kemudian dikembangkan menjadi sebuah bisnis,” paparnya.

Tidak tanggung-tanggung, untuk memberikan penilaian terhadap produk inovasi pangan itu Nafi’ juga menghadirkan praktisi inovasi pangan dari Mitra Tani 27 Jember, Jurnalis serta para akademisi dari lingkungan FTP sebagai dewan juri.

“Akademisi memberikan penilaian terkait kandungan nutrisi produk. Praktisi memberikan penilaian terhadap kelayakan produk untuk dijadikan sebuah bisnis dan jurnalis bisa memberikan penilaian terhadap kecenderungan minat masyarakat pada produk itu,” pungkas Nafi'.

Salah satu dewan juri perwakilan Mitra Tani 27 Jember, Pungki, menambahkan produk yang dipamerkan secara keseluruhan layak untuk dikembangkan menjadi sebuah bisnis.

Namun menurutnya masih perlu dilakukan sentuhan inovasi dalam proses pengemasan.

“Sekitar 70 persen produk yang dipamerkan sangat layak dikembangkan. Tinggal bagaimana mengemas semenarik mungkin agar konsumen tertarik untuk membeli,” imbuh Pungki.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved