Lapor Cak

Pedestrian di Sekitar Jembatan Rolak Karah Surabaya Rusak

Pedestrian di jembatan kali Rolak, Karah, Jambangan, Surabaya, mestinya nyaman untuk pejalan kaki Sayangnya, kondisi jalan itu sungguh memprihatinkan.

Pedestrian di Sekitar Jembatan Rolak Karah Surabaya Rusak
surabaya.tribunnews.com/sulvi sofiana
Kondisi pedestrian di jembatan kali Rolak, Karah, Jambangan, Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA – Area jembatan kali Rolak di Karah, Jambangan, Surabaya merupakan area yang ramai. Selain banyak orang memancing dan menjual hasil tangkapannya di sepanjang jembatan, jembatan ini juga menghubungkan area Gunungsari dengan Karah.

Banyaknya kendaraan yang melintas di area tersebut tidak dibarengi dengan sarana pejalan kaki yang layak.

Pedestrian di area jembatan ini banyak yang hancur, bahkan di beberapa titik jembatan ada beberapa keramiknya yang hancur dan meninggalkan lubang besar.

Beberapa galian dengan selang menjulur keluar dari tanah juga menghiasi pedestrian di area kuliner dekat jembatan Rolak tersebut.

Agung Febriansyah (28) yang kerap memancing di sekitar tempat tersebut mengungkapkan : “Nggak enak memang area ini buat jalan-jalan sama keluarga, jalannya ramai tapi pedestriannya rusak. Saya kesini karena hobi saja,” 

Menurutnya selain kondisi pedestrian yang tidak teratur dan rusat, jembatan Rolak Karah memang kehilangan daya tariknya. Cat jembatan bahkan terlihat usang, lalu aspal di beberapa sisi jalan juga bergelombang.

“Kalau pedestriannya diperbaiki pasti nanti lebih enak bisa ajak anak-anak dan aman,” urainya.

Hal serupa diungkapkan Gilang Pasetiya (31). Pria yang tinggal di area Karah ini mengungkapkan, sebenarnya area jembatan ini sangat menarik dijadikan jalur lari. Pemandangan sungai dan pepohonan rindang pada taman di sisi utara dan selatan jembatan menjadi ruang terbuka hijau yang menarik.

"Sayangnya kalau mau lari pagi nggak bisa terlalu lama. Karena kalau kendaraan ramai, ya harus ngalah,"urainya.

Menurutnya keadaan pedestrian cukup parah di area utara dan selatan jembatan Rolak. Bahkan pedestrian tersebut hilang, tidak menyisakan ruang bagi pejalan kaki.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help