Berita Madiun

Pasca Kerusuhan di Mako Brimob, Lapas Kelas I Madiun Tingkatkan Pengawasan

Polres Madiun Kota dan Lapas Kelas I Madiun meningkatkan kewaspadaan pascakerusuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Selasa (8/5/2018) malam

Pasca Kerusuhan di Mako Brimob, Lapas Kelas I Madiun Tingkatkan Pengawasan
surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Kapolres Madiun Kota, AKBP Nasrun Pasaribu berkoordinasi dengan Kalapas Kelas I Madiun 

SURYA.co.id|MADIUN - Polres Madiun Kota dan Lapas Kelas I Madiun meningkatkan kewaspadaan, pascakerusuhan di Rumah Tahanan Teroris Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Selasa (8/5/2018) malam yang menewaskan lima anggota Densus 88 Anti Teror.

Seperti diketahu, ada lima narapidana teroris (napiter) yang mendekam di sel Lapas Kelas I Madiun. Tiga di antaranya merupakan kelompok teroris Poso.

"Ada lima napi teroris di Lapas Kelas I Madiun. Dua napiter dihukum dua tahun, tiga napiter lain dihukum 6 tahun, 8 tahun, dan 12 tahun. Jadi ada lima,"kata Kepala Lapas Kelas I Madiun, Suharman usai bertemu dengan Kapolres Madiun Kota, Kamis (10/5/2108) siang.

Dia menuturkan, hingga saat ini kondisi di Lapas Kelas I Madiun masih kondusif. Dikatakan Suharman, untuk pengamanan pihaknya dibackup dari Polres Madiun Kota, Brimob Detasemen C Madiun, dan Kodim 0803 Madiun.

"Memang ada sedikit permasalahan di Jakarta tetapi di Lapas Kelas I Madiun, alhamdulillah masih kondusif. Kalau untuk saat ini, pengaruh secara langsung belum kelihatan," katanya.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh pihak. Selain itu juga menjaga hubungn dengan para napi, khususnya napiter.

Suharman mengatakan, saat ini kondisi Lapas Kelas I Madiun over kapasitas. Sebab, saat ini jumlah napi di Lapas Kelas I Madiun sebanyak 981 napi. Padahal jumlah kapasitas yang seharusnya 516 napi.

"Sudah over kapasitas, hampir 100 persen," katanya.

Sementara jumlah petugas lapas sebanyak 180 petugas. 60 petugas di antaranya bertugas di bagian pengamanan dibagi menjadi empat regu.

Untuk mencegah barang-barang terlarang masuk ke dalam lapas, di Lapas Kelas I Madiun juga sudah dilengkapi dengan mesin X-Ray. Setiap pengunjung dan petugas lapas yang ingin masuk ke dalam laaps harus melewatinya.

"Kami juga rutin mengadakan razia untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Madiun Kota, AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kalapas Kelas I Madiun, pascakejadian di Mako Brimbob, kemarin lusa.

Dia menuturkan, kepolisian Polres Madiun Kota selalu siap membackup pengamanan sesuai dengan SOP di Lapas Kelas I Madiun yang sudah berusia hampir satu abad.

"Kami sesuaikan SOP, apa yang ada di Lapas Kelas I Madiun, kami ikuti sesuai permintaan dari Lapas, karena kami sifatnya hanya mem-backup. Kami terus berkomunikasi dengan pihak lapas," katanya. 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help