Berita Ngawi

Ketua Perpadi Jakarta yang Digerebek Satgas Pangan di Ngawi Bantah Oplos Beras Rastra Jadi Premium

Nelish menyatakan pihaknya memang memproduksi beras kualitas premium, namun membantah beras itu merupakan oplosan dari beras rastra.

Ketua Perpadi Jakarta yang Digerebek Satgas Pangan di Ngawi Bantah Oplos Beras Rastra Jadi Premium
surya/doni prasetyo
Tim Satgas Pangan Pusat saat berada di gudang beras PT Daya Tani Sembada di Dusun Alaspecah RT3/RW2, Desa/Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Polres Ngawi masih melakukan penyelidikan di lokasi itu, Rabu (9/5/2018). 

SURYA.co.id | NGAWI - Nelish Sukidi SE SH MM (50) pemilik gudang beras PT Daya Tani Sembada, sekaligus Ketua Persatuan Pedagang dan Penggilingan Padi (Perpadi) DKI Jakarta, yang Rabu (9/5/2018) kemarin digerebek Tim Satgas Pangan Pusat di gudangnya di Ngawi, membantah perusahaannya melakukan pengoplosan beras.

Nelish menyatakan pihaknya memang memproduksi beras kualitas premium dengan dua merek. Namun, Nelish membantah beras hasil produksinya itu merupakan oplosan dari beras prasejahtra (rastra).

Terkait beras rastra, pihaknya hanya melakukan reprosesing atau proses ulang pengolahan. Ini merupakan tugas dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang dilimpahkan kepada perusahaannya.

"Saya tegaskan, perusahaan kami tidak ada pengoplosan. Selama puluhan tahun, perusahaan kami membeli beras petani untuk diproses menjadi beras dengan kualitas sangat bagus. Kalau kami melakukan pengoplosan, rusak produk kami. Saya juga tidak pernah ditangkap," kata Nelish Sukidi lewat telepon selulernya kepada Surya, Kamis (10/5/2018).

Baca: Oplos Beras Rastra Jadi Beras Premium, Satgas Pangan Tangkap Ketua Perpadi DKI Jakarta di Ngawi

Beberapa waktu lalu, lanjut Nelish, perusahaannya ditunjuk Kemendag untuk reprosesing beras tidak layak menjadi layak.

Penunjukkan itu dilakukan karena perusahaannya dianggap sudah memiliki mesin prossing memadai, yang belum banyak dimiliki perusahaan lain.

"Surat tugas dari Kemendag ada. Selain menunjuk saya (PT Daya Tani Sembada) untuk reprossesing beras tidak layak menjadi layak, saya juga bisa menjual beras itu ke mana saja sesuai HET beras medium Rp 9.450 per kg atau di bawah HET," paparnya.

Nelish beralasan kalau pun ditemukan kemasan dengan berbagai merek dan karung beras Rastra Bulog oleh Tim Satgas Pangan Pusat, itu karena pihaknya merupakan mitra Bulog sejak lama dan dianggap bisa mengerjakan proses ulang beras itu.

"Kemasan bermacam-macam merek itu, milik penyuplai dari Panekan (Magetan), Madiun dan Ngawi juga kota lain, yang reprosesing. Jadi itu bukan kemasan saya. Lagian beras produk saya kualitas premium, rusak kalau dioplos dengan beras medium," ujarnya.

Produknya, lanjut Nelish, hanya ada dua merek, Kereta Kencana dan Daya Tani. Beras hasil produksinya yang dikemas dengan dua merek itu hasil panenan petani Ngawi dan sekitarnya.

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved