Berita Mojokerto

Empat Cewek Pemandu Lagu di Karaoke Kota Mojokerto Kena Razia dan Diamankan Gara-gara Ini

Empat cewek pemandu lagu di tempat hiburan malam kena razia di Kota Mojokerto. Mereka diamankan gara-gara hal ini.

Empat Cewek Pemandu Lagu di Karaoke Kota Mojokerto Kena Razia dan Diamankan Gara-gara Ini
surya/mohammad romadoni
Suasana razia tempat hiburan malam di Kota Mojokerto 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengamankan delapan orang yang tidak mempunyai kartu tanda penduduk (KTP) ketika berada di sejumlah tempat hiburan malam dan karaoke di Kota Mojokerto, Kamis (10/5/2018) dini hari.

Satu di antara empat wanita pemandu lagu tersebut berasal dari Malang, Jawa Timur.

Sedangkan, empat lainnya adalah pria yang merupakan tamu di tempat hiburan malam.

Hatta Amrullah, Kabid Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Mojokerto mengatakan sebagai langkah antisipatif pihaknya mengamankan empat wanita pemandu lagu itu lantaran dikhawatirkan mereka masih di bawah umur.

"Dikhawatirkan mereka tidak membawa KTP diduga di bawah umur, karena itulah akan dilakukan pendataan untuk memastikan hal tersebut," ujarnya.

"Nantinya, mereka akan dilakukan proses pembinaan supaya selalu membawa kartu identitas dimana pun," imbuhnya.

Hatta menjelaskan razia besar-besaran ini dilakukan bersama Garnisun, Polisi Militer (PM), Propram, BNN Kota Mojokerto dan Dinas Kesehatan.

Ini dilakukan sepekan menjelang Ramadan untuk merazia seluruh tempat hiburan dan karaoke tanpa terkecuali di Kota Mojokerto.

Setidaknya, kata dia, operasi rutin jelang Ramadan di malam itu ada enam tempat hiburan yang dirazia.

"Delapan orang tanpa KTP dan indikasi lainnya terkait narkoba dan HIV AIDS," terangnya.

Razia di tempat hiburan malam itu petugas BNN Kota Mojokerto juga sempat menggelar tes urine narkoba terhadap seluruh wanita pemandu lagu beserta tamunya di Royal Karaoke dan Mojo Karaoke (MK) yang terindikasi sebagai pengguna narkoba.

Untuk menjaga kondusivitas selama berlangsungnya bulan Ramadan dalam waktu dekat ini pihaknya bakal melayangkan surat edaran terkait pemberitahuan dilarangnya tempat hiburan malam untuk beroperasi selama bulan suci ini.

"Surat izin dilarangnya beroperasi pada tempat hiburan malam, tempat pijat dan lainnya pekan depan akan diterbitkan Bakesbangpol," pungkasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved