Pilkada 2018

Usai Debat Publik Kedua, Khofifah Nyatakan Ingin Buat RS Apung dan Tambah Kapal Ekspres di Kepulauan

Khofifah memiliki komitmen untuk membangun kawasan kepulauan, infrastruktur dermaga, transportasi.

Usai Debat Publik Kedua, Khofifah Nyatakan Ingin Buat RS Apung dan Tambah Kapal Ekspres di Kepulauan
surya/ahmad zaimul haq
Khofifah-Emil dalam Debat Publik Kedua Pilgub Jatim yang digelar di Dyandra Convention Center, Selasa (8/5). Debat publik kedua mengambil tema Ekonomi dan Pembangunan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dalam membahas tema ekonomi dan pembangunm di Debat Kedua Pilgub Jawa Timur yang gelar KPU, Selasa (8/5/2018), juga turut membahas tentang pertanian, dan kemaritiman.

Menjawab tersebut, Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 menyampaikan bahwa dirinya dan cawagub Emil Elestianto Dardak memiliki komitmen untuk membangun kawasan kepulauan.

"Kami berharap bahwa di Madura bisa ditambah infrastruktur dermaga dan transportasi. Terutama penambahan kapal ekspres dan rumah sakit (RS) apung," tegas Khofifah, saat diwawancara usai debat.

Program tersebut dicanangkan agar mewujudkan pemerataan layanan publik di kepulauan. Terutama di bidang akses kesehatan. Sebab saat ini akses ke puskesmas dan rumah sakit terbilang susah di kepulauan.

"Lalu di pesisir kami juga ingin Bangun TPI dan dermaga. Sebab lebih dari 50 persen daerah nelayan tidak tersupport oleh dermaga dan TPI," kata Khofifah.

Selain itu, di bidang infrastruktur ia menggarisbawahi tentang pasar tradisional. Menurut Khofifah sudah saatnya pemerintah dan swasta bergandengan tangan untuk berjalan bersama membangun pasar.

"Bagian yang kami prioritaskan juga adalah pembangunan jalan, jembatan, selama navigasi program kami banyak temukan jalan dan jembatan yang bermasalah," tegas Khofifah.

Selaim itu juga untuk UMKM, yang memiliki kontribusi 54 persen dari ekonomi jatim. Dengan jumlah sebanyak 6.8 juta UMKM di Jatim dan juga 30 ribu koperasi, Khofifah ingin mereka mendapatkan penguatan strategis.

"Penguatan strategis, SDM, penguatan jaringan. Kami harap Khofifah-Emil bisa memberikan fasilitasi di sentra industri dengan communal branding," katanya.

Dari navigasi program yang didapatkan Khofifah, mengurus merk bukan hal yang mudah bagi para UKM, meski sudah ada fasilitasi sistem online oleh pemerintah.

Debat kedua berlangsung seru. Mereka menjawab permasalahan yang ada yang sudah dibuat oleh oleh empat panelis.

Mereka adalah Muhammad Hasan yang merupakan Rektor dari Universitas Jember, Nuhfil Hanani yaitu Guru Besar Universitas Brawijaya, Arif Hoetoro yakni Universitas Brawijaya Malang, dan Nurul Barizah yang adalah Wakil Dekan Fakultas Hukum Airlangga.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help