Citizen Reporter

Pernah Di-bully, Gadis Ini Sampaikan Stop Bullying di AS

Gangguan jiwa yang terjadi pada diri individu mayoritas diciptakan lingkungan yang tidak memberikan dukungan dan cenderung mengasingkan individu itu.

Pernah Di-bully, Gadis Ini Sampaikan Stop Bullying di AS
pixabay.com

Publikasi data yang dilakukan WHO pada akhir 2017 menyatakan, hampir satu juta orang pada setiap bulannya meregang nyawa karena gangguan jiwa. Gangguan jiwa yang dialami orang-orang itu pada umumnya adalah berakar dari depresi dan rasa kecewa akibat bullying.

Fenomena itu menggugah Rizka Alya Putri untuk mengampanyekan kesadaran masyarakat pada korban gangguan kesehatan mental yang berujung pada tindakan perundungan (bullying). Rizka mengaku, isu itu bukan hanya terjadi di Indonesia, namun di luar negeri juga menjadi penyebab utama dalam penanganan kesehatan jiwa.

“Itu isu yang legit untuk diselesaikan soalnya ini kan berhubungan dengan kehidupan manusia yang bukan sekadar how to manage orang sakit terus biar jadi nurut,” jelas mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang akrab disapa Bum itu.

Melalui Teman Bicara yang merupakan hasil praktikum pada salah satu mata kuliah di Ilmu Komunikasi, Bum melanjutkan sosial project itu. Ia ingin menjangkau individu dengan gangguan jiwa agar lebih luas.

“Aku udah minta restu ke temen-temen satu tim waktu ngerjakan praktikum ini buat terus jalan dan pengen ngerangkul banyak orang untuk sharing lagi,” tegasnya.

Menjadi salah satu dari 37 delegasi seluruh dunia pada ajang Global Engagement Summit (GES) 2018 di Chicago, Amerika Serikat menjadikan Bum satu-satunya perwakilan Indonesia yang hadir dalam ajang bergengsi itu. GES merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan anggota organisasi GES dari North Western University, Evanston, Amerika Serikat.

Bum yang juga pernah menjadi korban bullying ini menjelaskan lebih jauh tentang pengalamannya saat ia menjadi korban dan bagaimana dia menyelesaikannya. Ia mengaku, perlakuan bullying yang ia dapatkan adalah ejekan secara lisan.

“Aku tuh korban bullying pas SMP. Bullying yang aku rasain itu lewat ucapan yang orally dan itu kan lebih membekas yah,” jelas gadis asal Malang itu.

Bum menjelaskan bahwa Teman Bicara merupakan project sosial yang memfasilitasi individu dengan gangguan kesehatan jiwa untuk dapat berbagi dan mendapatkan motivasi. Kehadirannya pada ajang GES ini semakin membulatkan tekatnya untuk membentuk social support campaign.

“Aku bakal terus dampingin orang-orang korban bullying. Siapa pun yang punya problem tentang kesehatan jiwanya bakal aku rangkul,” tuturnya.

Halaman
12
Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help