Berita Ngawi

Tim Satgas Pangan Datangi Gudang Beras di Ngawi

Tim Satgas Pangan Pusat mendatangi sebuah gudang beras di Dusun Alaspecah RT3/RW2, Desa/Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Tim Satgas Pangan Datangi Gudang Beras di Ngawi
surya/doni prasetyo
Tim Satgas Pangan Pusat saat berada di gudang beras PT Daya Tani Sembada di Dusun Alaspecah RT3/RW2, Desa/Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Rabu (9/5/2018). 

SURYA.co.id | NGAWI - Tim Satgas Pangan Pusat mendatangi sebuah gudang beras di Dusun Alaspecah RT3/RW2, Desa/Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Keterangan yang dihimpun Surya menyebutkan, Tim Satgas Pangan Pusat datang dengan dipimpin AKBP Nugroho SIK.

"Tim Satgas Pangan yang beranggotakan 7 personil itu, datang dengan menggunakan tiga mobil station satu bernopol B, dua mobil lainnya bernopol AD," ujar sumber Surya di lokasi gudang beras, Rabu (9/5/2018)

Kapolres Ngawi, AKBP Pranatal Hutajulu, yang dikonfirmasi terkait penggerebekan dan penangkapan pemilik gudang PT Daya Tani Sembada di Dusun Alaspecah, Desa/Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi lewat telepon selulernya, belum memberikan balasan.

Sementara itu, sejumlah anggota Polres Ngawi saat ini berada di lokasi gudang beras yang diketahui milik PT Daya Tani Sembada.

Bantah Oplosan

Nelish Sukidi SE SH MM (50) pemilik gudang beras PT Daya Tani Sembada, sekaligus Ketua Persatuan Pedagang dan Penggilingan Padi (Perpadi) DKI Jakarta, yang Rabu (9/5/2018) kemarin didatangi Tim Satgas Pangan Pusat membantah perusahaannya melakukan pengoplosan beras.

Nelish menyatakan pihaknya memang memproduksi beras kualitas premium dengan dua merek. Namun, Nelish membantah beras hasil produksinya itu merupakan oplosan dari beras prasejahtra (rastra).

Terkait beras rastra, pihaknya hanya melakukan reprosesing atau proses ulang pengolahan. Ini merupakan tugas dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang dilimpahkan kepada perusahaannya.

"Saya tegaskan, perusahaan kami tidak ada pengoplosan. Selama puluhan tahun, perusahaan kami membeli beras petani untuk diproses menjadi beras dengan kualitas sangat bagus. Kalau kami melakukan pengoplosan, rusak produk kami. Saya juga tidak pernah ditangkap," kata Nelish Sukidi lewat telepon selulernya kepada Surya, Kamis (10/5/2018).

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help