Berita Banyuwangi

Kemenpar Gali Potensi Wisata Sejarah di Jawa Timur

Jawa Timur memiliki banyak wisata sejarah. Mulai dari House Of Sampoerna, Desa Kemiren, Jembatan Merah, Monumen Kapal Selam Surabaya.

Kemenpar Gali Potensi Wisata Sejarah di Jawa Timur
surya/haorrahman
Bimbingan Teknis Pemasaran Pariwisata Sejarah Provinsi Jawa Timur, di Hotel Santika Banyuwangi. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Keanekaragaman budaya dan sejarah Indonesia menjadi potensi besar untuk diolah menjadi wisata sejarah. Hal ini dimanfaatkan untuk menarik kunjungan wisatawan.

Berbagai bangunan bersejarah peninggalan Belanda, warisan alam, dan juga museum, menjadi objek wisata sejarah yang dapat dikunjungi.

Jawa Timur memiliki banyak wisata sejarah. Mulai dari House Of Sampoerna, Desa Kemiren, Jembatan Merah, Monumen Kapal Selam Surabaya, Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman, dan lainnya. Semua memiliki keberagaman dan nilai sejarah tersendiri.

Deputi Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana, mengatakan, untuk pengembangan wisata sejarah dan religi, Jawa Timur memiliki potensi kekayaan sejarah yang berlimpah. Berbagai penjuru wilayah di Jawa Timur yang bila dikemas dengan baik, bagus untuk dijadikan atraksi pariwisata.

"Diharapkan mampu menarik minat kunjungan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara,” ujar Pitana, Rabu (9/5/2018) .

Pitana menambahkan, hal terpenting dalam pengembagan wisata sejarah diantaranya, komitmen pemerintah daerah, masyarakat, budayawan, komunitas atau pelaku industri wisata sejarah, akademisi dan media.

Hal tersebut diperlukan untuk mendata, mengidentifikasi, mengembangkan, dan mematenkan sejarah. Tentunya dengan menyertakan nilai dan filosofi dari daerah setempat.

"Selain itu melakukan pembinaan kepada kader generasi muda untuk pengembangan sadar wisata sejarah, sehingga dapat diarahkan dan mampu berfungsi memenuhi standar pelayanan yang dibutuhkan wisatawan khususnya wisata sejarah,” kata Pitana.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Area 1, Wawan Gunawan, menambahkan, kader wisata sejarah harus diarahkan. Tujuannya agar mampu berfungsi memenuhi standar pelayanan yang dibutuhkan wisatawan. Khususnya wisata sejarah.

“Penetapan destinasi wisata sejarah, khususnya di wilayah Jawa Timur, harus melalui komitmen pemerintah daerah dan bersinergi dengan pemerintah pusat. Hal itu dalam bentuk kegiatan edukasi, atraksi, apresiasi dan rekreasi khususnya wisata Sejarah di Jawa Timur,” ujar Wawan.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help